KEJADIAN PENTING DI INDONESIA SEPANJANG 1990an
28 Oktober 1991 / Indonesian troops had located a group of resistance members in Dili’s Motael Church. A confrontation ensued between pro-integration activists and those in the church; when it was over, one man on each side was dead. Sebastião Gomes, a supporter of independence for East Timor, was taken out of the church and shot by Indonesian troops, and integration activist Afonso Henriques was stabbed and killed during the fight
12 November 1991 / Insiden Santa Cruz di Timor Timur. A number of foreigners had come to East Timor to observe the Portuguese delegation, including independent US journalists Amy Goodman and Allan Nairn, and British cameraman Max Stahl. They attended a memorial service for Gomes on 12 November, during which several thousand men, women, and children walked from the Motael Church to the nearby Santa Cruz cemetery. Along the way, members of the group pulled out protest banners and East Timorese flags, chanted slogans, and taunted Indonesian soldiers and police officers.[6] Organizers of the protest maintained order during the protest; although it was loud, the crowd was peaceful and orderly, by most accounts.[7] It was the largest and most visible demonstration against the Indonesian occupation since 1975. A brief confrontation between Indonesian troops and protesters, Major Gerhan Lantara was stabbed.[9] Stahl claims Lantara had attacked a girl carrying the flag of East Timor, and FRETILIN activist Constâncio Pinto reports eyewitness accounts of beatings from Indonesian soldiers and police.[10][11] When the procession reached the cemetery, the leading section of the procession entered the cemetery while many continued their protests before the cemetery wall, waving flags and chanting pro-independence slogans. Indonesian troops had been standing by during this time, then a new group of 200 Indonesian soldiers appeared and began shooting.[12] Fleeing people ran through the main entrance and deeper into the cemetery and were pursued by the soldiers.
The massacre was witnessed by two American journalists—Amy Goodman and Allan Nairn (who were also attacked)—and caught on videotape by Max Stahl, who was filming undercover for Yorkshire Television. As Stahl filmed the massacre, Goodman and Nairn tried to “serve as a shield for the Timorese” by standing between them and the Indonesian soldiers. The soldiers began beating Goodman, and when Nairn moved to protect her, they beat him with their weapons, fracturing his skull.[13] The camera crew managed to smuggle the video footage to Australia. They gave it to Saskia Kouwenberg, a Dutch journalist to avoid it being seized and confiscated by Australian authorities, who had been tipped off by Indonesia and subjected the camera crew to a strip-search when they arrived in Darwin. The video footage was used in the First Tuesday documentary In Cold Blood: The Massacre of East Timor, shown on ITV in the UK in January 1992, as well as numerous other, more recent documentaries. Stahl’s footage, combined with the testimony of Nairn and Goodman and others, caused outrage around the world.[14]
At least 250 East Timorese were killed in the massacre.[15] John Pilger cites a total of 400 killed and missing as a result of the protest killings and an alleged second massacre the next day.[16] One of the dead was a New Zealander, Kamal Bamadhaj, a political science student and human rights activist based in Australia. Although Indonesian authorities described the incident as a spontaneous reaction to violence from the protesters or a “misunderstanding”,[17] two factors cast doubt on their characterization. One was the documented history of mass violence committed by Indonesian troops in places such as Quelicai, Lacluta, and Kraras.[18] The other factor was a series of statements from politicians and officers in Indonesia, justifying the military’s violence. Try Sutrisno, Commander-in-Chief of the Indonesian forces, said two days after the massacre: “The army cannot be underestimated. Finally we had to shoot them. Delinquents like these agitators must be shot, and they will be
11 Maret 1993 / PBB, lewat Komisi Hak Azasi Manusia, mengeluarkan Resolusi yang berisi keperdulian dan perhatian lebih terhadap Hak Azasi Manusia di Timor Timur
5 Maret 1998 / Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Gedung DPR/MPR untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden yang disampaikan pada Sidang Umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI (ANTARA)
11 Maret 1998 / Soeharto dan BJ Habibie disumpah menjadi Presiden dan Wakil Presiden (ANTARA)
14 Maret 1998 / Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan VII. (ANTARA)
15 April 1998 / Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus karena sepanjang bulan ini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri melakukan berunjukrasa menuntut dilakukannya reformasi politik. (ANTARA)
18 April 1998 / Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan 14 menteri Kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan mahasiswa di Pekan Raya Jakarta namun cukup banyak perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menolak dialog tersebut. (ANTARA)
1 Mei 1998 / Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dachlan mengatakan bahwa reformasi baru bisa dimulai tahun 2003. (ANTARA)
2 Mei 1998 / Pernyataan itu diralat dan kemudian dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan reformasi bisa dilakukan sejak sekarang (tahun 1998-red). (ANTARA)
4 Mei 1998 / Mahasiswa di Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak ( 2 Mei 1998 ) dengan demonstrasi besar- besaran. Demonstrasi itu berubah menjadi kerusuhan saat para demonstran terlibat bentrok dengan petugas keamanan. Di Universitas Pasundan Bandung, misalnya, 16 mahasiswa luka akibat bentrokan tersebut. (ANTARA)
5 Mei 1998 / Demonstrasi mahasiswa besar – besaran terjadi di Medan yang berujung pada kerusuhan. (ANTARA)
9 Mei 1998 / Soeharto berangkat ke Kairo, Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G -15. Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI. (ANTARA)
12 Mei 1998 / Aparat keamanan menembak empat mahasiswa Trisakti yang berdemonstrasi secara damai. Keempat mahasiswa tersebut ditembak saat berada di halaman kampus. (ANTARA)
13 Mei 1998 / Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi datang ke Kampus Trisakti untuk menyatakan duka cita. Kegiatan itu diwarnai kerusuhan. (ANTARA)
14 Mei 1998 / Soeharto seperti dikutip koran, mengatakan bersedia mengundurkan diri jika rakyat menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia di Kairo. Sementara itu kerusuhan dan penjarahan terjadi di beberapa pusat perbelanjaan di Jabotabek seperti Supermarket Hero, Super Indo, Makro, Goro, Ramayana dan Borobudur. Beberapa dari bagunan pusat perbelanjaan itu dirusak dan dibakar. Sekitar 500 orang meninggaldunia akibat kebakaran yang terjadi selama kerusuhan terjadi. (ANTARA)
15 Mei 1998 / Soeharto tiba di Indonesia setelah memperpendek kunjungannya di Kairo. Ia membantah telah mengatakan bersedia mengundurkan diri. Suasana Jakarta masih mencekam. Toko – toko banyak di tutup. Sebagian warga pun masih takut keluar rumah. (ANTARA)
16 Mei 1998 / Warga asing berbondong – bondong kembali ke negeri mereka. Suasana di Jabotabek masih mencekam. (ANTARA)
19 Mei 1998 / Soeharto memanggil sembilan tokoh Islam seperti Nurcholis Madjid, Abdurachman Wahid, Malik Fajar, dan KH Ali Yafie. Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 2,5 jam (molor dari rencana semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan situasi terakhir, dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto mundur. Permintaan tersebut ditolak Soeharto. Ia lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi. Pada saat itu Soeharto menegaskan bahwa ia tak mau dipilih lagi menjadi presiden. Namun hal itu tidak mampu meredam aksi massa, mahasiswa yang datang ke Gedung MPR untuk berunjukrasa semakin banyak. Sementara itu Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional. (ANTARA)
20 Mei 1998 / Jalur jalan menuju Lapangan Monumen Nasional diblokade petugas dengan pagar kawat berduri untuk mencegah massa masuk ke komplek Monumen Nasional namun pengerahan massa tak jadi dilakukan. Pada dinihari Amien Rais meminta massa tak datang ke Lapangan Monumen Nasional karena ia khawatir kegiatan itu akan menelan korban jiwa. Sementara ribuan mahasiswa tetap bertahan dan semakin banyak berdatangan ke gedung MPR / DPR. Mereka terus mendesak agar Soeharto mundur. (ANTARA)
21 Mei 1998 / Di Istana Merdeka, Kamis, pukul 09.05 Soeharto mengumumkan mundur dari kursi Presiden dan BJ. Habibie disumpah menjadi Presiden RI ketiga. (ANTARA)
30 Agustus 1999 / The referendum was the result of the “Agreement between the Republic of Indonesia and the Portuguese Republic on the Question of East Timor” and was held to determine whether East Timor would remain part of Indonesia, as a Special Autonomous Region, or separate from Indonesia. [1]. The referendum was organized and monitored by the United Nations Mission in East Timor (UNAMET) and 450,000 people were registered to vote including 13,000 outside East Timor.
20 September 1999 / Australian-led peacekeeping troops of the International Force for East Timor (INTERFET) deployed to the country and brought the violence to an end. Activists in Portugal, Australia, the United States, and elsewhere pressured their governments to take action, with US President Bill Clinton eventually threatening Indonesia, in dire economic straits already, with the withdrawal of IMF loans. The Indonesian government consented to withdraw its troops and allow a multinational force into Timor to stabilize the area. It was clear that the UN did not have sufficient resources to combat the paramilitary forces directly. Instead, the UN authorised the creation of a multinational military force known as INTERFET (International Force for East Timor), with Security Council Resolution 1264.[14] Troops were contributed by 17 nations, about 9,900 in total. 4,400 came from Australia, the remainder mostly from South-East Asia.[15] The force was led by Major-General (now General) Peter Cosgrove
19 Oktober 1999 / Of the 451,792 registered voters 94,388 (21)% voted to accept the proposed autonomy and 344,580 (78.5%) voted to reject the proposed autonomy, turnout was estimated to be 95%. [3] The Indonesian government accepted the result on 19 October 1999 by repealing the laws that formally annexed East Timor to Indonesia.
25 Oktober 1999 / The administration of East Timor was taken over by the UN through the United Nations Transitional Administration in East Timor (UNTAET), established on 25 October 1999.[16] The INTERFET deployment ended on 14 February 2000 with the transfer of military command to the UN.
EXCERPTS :
dang Umum MPR (Maret 1998) memilih Suharto dan B.J. Habibie sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI untuk masa jabatan 1998-2003. Presiden Suharto membentuk dan melantik Kabinet Pembangunan VII.
b. Pada bulan Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut penurunan harga barang-barang kebutuhan (sembako), penghapusan KKN, dan mundurnya Suharto dari kursi kepresidenan.
c. Pada tanggal 12 Mei 1998, dalam aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti Jakarta telah terjadi bentrokan dengan aparat keamanan yang menyebabkan empat orang mahasiswa (Elang Mulia Lesmana, Hery Hartanto, Hafidhin A. Royan, dan Hendriawan Sie) tertembak hingga tewas dan puluhan mahasiswa lainnya mengalami luka-luka. Kematian empat mahasiswa tersebut mengobarkan semangat para mahasiswa dan kalangan kampus untuk menggelar demonstrasi secara besar-besaran.
d. Pada tanggal 13-14 Mei 1998, di Jakarta dan sekitarnya terjadi kerusuhan massal dan penjarahan sehingga kegiatan masyarakat mengalami kelumpuhan. Dalam peristiwa itu, puluhan toko dibakar dan isinya dijarah, bahkan ratusan orang mati terbakar.
e. Pada tanggal 19 Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya berhasil menduduki gedung MPR/DPR
HARI INI (1 AGUSTUS) 1990an
POLITIK
1990 : Saddam Hussein mengumumkan penghentian segala bentuk pembicaraan diplomatik dengan Kuwait menyusul semakin memuncaknya perselisihan di antara kedua negara. Keesokan harinya, invasi Iraq ke Kuwait dimulai.
BENCANA ALAM
1993 : Puncak Great Flood of 1993. Banjir besar ini adalah banjir terbesar yang pernah terjadi di Amerika Serikat. Area yang terendam banjir diperkirakan seluas 80.000 km persegi dengan tingkat kerugian mencapai USD 15 milyar. Sekitar 10.000 rumah dan 60.000 km persegi area pertanian rusak akibat banjir ini.
ANTARIKSA
1990 : Soyuz TM-10, ekspedisi ke 10 menuju Station Angkasa Luar Mir, diluncurkan dari Gagarin’s Start, Baikonur, Kazakhstan. Pesawat ini pergi dengan membawa dua awak, Gennady Manakov dan Gennady Strekalov, dan kembali pada tanggal 10 Desember 1990 bersama reporter Jepang, Toyohiro Akiyama, yang pergi belakangan bersama Soyuz TM-11.
OLAHRAGA
1991 : Diego Maradona mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemain sepakbola. Tetapi pengunduran diri ini tidak bertahan terlalu lama, setahun kemudian Maradona kembali bermain, kali ini untuk Sevilla, dan baru benar-benar pensiun bermain tahun 1997.
1996 : Michael Johnson memecahkan rekor dunia lari 200 m putra dengan catatan waktu 19, 32 detik. Ini adalah kemenangan pertama dan satu-satunya Johnson di nomor 200 m Olimpiade. Johnson juga memenangkan emas nomor 400 meter dalam Olimpiade, emas yang juga dia raih empat tahun kemudian.
FASHION
1995 : Pagelaran tahunan Victoria’s Secret Fashion Show digelar untuk pertama kalinya. Pada awalnya ini hanyalah show promosi tahunan biasa. Tetapi perlahan-lahan, show ini semakin besar dan merambah jaringan televisi internasional hingga saat ini menjadi acara fashion show dengan penonton terbesar di dunia.
MUSIK
Album & Single yang sedang menempati peringkat pertama di Billboard 200 Album & Billboard Hot 100 singles pada tanggal 1 Agustus :

1990 : Please Hammer, Don’t Hurt ‘Em (M.C. Hammer) & She Ain’t Worth It (Glen Medeiros feat. Bobby Brown)

1991 : Unforgettable. With Love (Natalie Cole) & (Everything I Do) I Do It for You (Bryan Adams)

1992: Some Gave All (Billy Ray Cyrus) & Baby Got Back (Sir Mix-a-lot)

1993 : Zooropa (U2) & (I Can’t Help) Falling in Love with You

1994 : Lion King (Various Artists) & I Swear (All-4-One)

1995 : Cracked Rear View (Hootie & the Blowfish) & Waterfalls (TLC)

1996 : It Was Written (Nas) & You’re Makin’ Me High (Toni Braxton)

1997 : Men in Black. The Album (Various Artists) & I’ll be Missing You (Puff Daddy feat. Faith Evans)

1998 : Armageddon O.S.T (Various Artists) & The Boy is Mine (Brandy & Monica)

1999 : Millenium (Backstreet Boys) & Wild Wild West (Will Smith feat. Dru Hill & Kool Moe Dee)
FILM
1991 : Hedy Lamarr, 77 tahun, ditangkap karena terpergok mencuri di sebuah supermarket di Florida. Lamarr adalah salah satu aktris paling populer di zaman ‘Studio Golden Age’ di Hollywood. Lamarr, yang berasal dari Austria, pertama dikenal karena adegan telanjangnya dalam film Cekoslowakia, Ecstasy (1933). Lamarr juga memegang hak paten untuk penemuan teknik komunikasi spread spectrum.
Film yang sedang menjadi film terlaris tanggal 1 Agustus di Amerika
1990 : Presumed Innocence (Alan J. Pakula/ Warner Bros.)
1991 : Terminator 2. Judgment Day (James Cameron/ Carolco Pictures, Lightstorm Ent., Le Studio Canal+, TriStar Pictures)
1992 : Mo’ Money (Peter McDonald & Damon Wayans/ Columbia Pictures)
1993 : Poetic Justice (John Singleton/ Columbia Pictures)
1994 : The Mask(Chuck Russell / Dark Horse Ent., New Line Cinema)
1995 : Waterworld (Kevin Reynolds, Kevin Costner/ Davis Pictures, Universal Pictures)
1996: A Time to Kill (Joel Schumacher/ Regency Enterprises, Warner Bros.)
1997 : Air Force One (Wolfgang Petersen/ Columbia Pictures, Buena Vista International)
1998 : Saving Private Ryan (Steven Spielberg/ Amblin Ent., Mutual Film Company, Paramount Pictures, DreamWorks)
1999 : The Haunting (Jan DeBont/ DreamWorks)
Kembali ke :
Atau Lihat Juga :
- MUSIK 1990an
- FILM 1990an
- HIBURAN 1990an
- SPORT 90an
- LIFESTYLE & FASHION 1990an
- SOSIAL POLITIK 1990an
- INDONESIA 1990an
HARI INI (31 JULI) 1990an
POLITIK
1990 : Bosnia-Herzegovina mengumumkan kemerdekaannya dari Republik Federasi Yugoslavia. Bosnia Herzegovina sebelumnya dengan sukarela menjadi bagian dari Yugoslavia sejak 1918. Deklarasi kedaulatan baru dinyatakan pada bulan Oktober 1991, yang diikuti oleh Perang Bosnia.
1991 : OMON, Unit Polisi Khusus Russia, menyerang pos perbatasan di Medininkai, Lithuania, menewaskan 7 petugas dan melukai satu lainnya. Kesimpangsiuran tercipta dari insiden ini, sebagian pihak mengatakan bahwa pembantaian terhadap petugas tak bersenjata ini dilakukan oleh bekas anggota OMON Soviet asal Lithuania yang bergerak di luar kontrol Russia.
1992 : Georgia resmi menjadi anggota PBB. Negara Kaukasia ini menyatakan kemerdekaan dari Uni Soviet pada tanggal 4 April 1991 yang difinalisasi pada tanggal 25 Desember 1991, setelah menjadi bagian U.S.S.R sejak tahun 1921.
1993 : Pangeran Ronald Edward Frederick Muwenda Kirema Mutebi diangkat menjadi Raja Buganda dengan gelar Kabaka Muwenda Mutebi II. Kerajaan Buganda adalah kerajaan di dalam Republik Uganda, yang merupakan bagian terbesar dari Republik tersebut dengan wilayah mencakup ibukota negara, Kampala, dan populasi sekitar 17 persen dari penduduk Uganda.
KECELAKAAN
1991 : Pesawat Airbus 310-300 milik maskapai penerbangan Thai Airways jatuh sekitar 23 km dari Kathmandu, Nepal, seluruh kru dan penumpang, semuanya berjumlah 113 orang tewas. Pesawat bernomor penerbangan 311 itu menabrak bukit dalam penerbangan menuju Kathmandu dari Bangkok.
LINGKUNGAN
1994 : Suhu panas masih terjadi di Eropa dalam beberapa hari terakhir bulan Juli. Beberapa tempat di Eropa Utara mengalami hari terpanas yang tercatat dalam sejarah mereka sejak revolusi industri.
ANTARIKSA
1999 : Lunar Prospector milik NASA sengaja menabrakkan diri ke bulan dan mengakhiri misi pendeteksian air beku di bulan. Pesawat yang merupakan bagian dari Discovery Project dengan biaya US$ 62,8 juta dollar ini diluncurkan pada 7 Januari 1998.
OLAHRAGA
1992 : Empat rekor dunia renang tercipta dalam satu hari di Olimpiade Barcelona, masing-masing di nomor 100 m gaya punggung putra oleh Jeff Rouse dari Amerika Serikat (53,86 detik), 1.500 m gaya bebas putra oleh Kieren John Perkins dari Australia (14 menit 43,40 detik), 200 m gaya punggung putra oleh Tamás Darnyi dari Hungaria (1 menit 59,36 detik), dan 50 m gaya bebas putri oleh Yang Wenyi dari China (24,79 detik)
1994 : Serhiy Bubka memecahkan rekor dunia lompat galah putra dengan lompatan 6,14 meter. Ini adalah kali ke 35 Bubka memecahkan rekor dunia, 34 kali terakhir adalah atas namanya sendiri.
MUSIK
Album & Single yang sedang menempati peringkat pertama di Billboard 200 Album & Billboard Hot 100 singles pada tanggal 31 Juli :

1990 : Please Hammer, Don’t Hurt ‘Em (M.C. Hammer) & She Ain’t Worth It (Glen Medeiros feat. Bobby Brown)

1991 : Unforgettable. With Love (Natalie Cole) & (Everything I Do) I Do It for You (Bryan Adams)

1992: Some Gave All (Billy Ray Cyrus) & Baby Got Back (Sir Mix-a-lot)

1993 : Zooropa (U2) & (I Can’t Help) Falling in Love with You

1994 : Lion King (Various Artists) & I Swear (All-4-One)

1995 : Cracked Rear View (Hootie & the Blowfish) & Waterfalls (TLC)

1996 : It Was Written (Nas) & You’re Makin’ Me High (Toni Braxton)

1997 : Men in Black. The Album (Various Artists) & I’ll be Missing You (Puff Daddy feat. Faith Evans)

1998 : Armageddon O.S.T (Various Artists) & The Boy is Mine (Brandy & Monica)

1999 : Millenium (Backstreet Boys) & Wild Wild West (Will Smith feat. Dru Hill & Kool Moe Dee)
FILM
Film yang sedang menjadi film terlaris tanggal 31 Juli di Amerika
1990 : Presumed Innocence (Alan J. Pakula/ Warner Bros.)
1991 : Terminator 2. Judgment Day (James Cameron/ Carolco Pictures, Lightstorm Ent., Le Studio Canal+, TriStar Pictures)
1992 : Mo’ Money (Peter McDonald & Damon Wayans/ Columbia Pictures)
1993 : Poetic Justice (John Singleton/ Columbia Pictures)
1994 : The Mask(Chuck Russell / Dark Horse Ent., New Line Cinema)
1995 : Waterworld (Kevin Reynolds, Kevin Costner/ Davis Pictures, Universal Pictures)
1996: A Time to Kill (Joel Schumacher/ Regency Enterprises, Warner Bros.)
1997 : Air Force One (Wolfgang Petersen/ Columbia Pictures, Buena Vista International)
1998 : Saving Private Ryan (Steven Spielberg/ Amblin Ent., Mutual Film Company, Paramount Pictures, DreamWorks)
1999 : The Haunting (Jan DeBont/ DreamWorks)
Kembali ke :
Atau Lihat Juga :
- MUSIK 1990an
- FILM 1990an
- HIBURAN 1990an
- SPORT 90an
- LIFESTYLE & FASHION 1990an
- SOSIAL POLITIK 1990an
- INDONESIA 1990an
30 (+1) ATLET YANG MENGUASAI 1990an
Beberapa atlet begitu superior di eranya melebihi atlet lain hingga mereka terkesan menguasai zamannya. Tidak semua atlet hebat itu bermain di cabang olahraga yang populer di seluruh dunia, maka, tanpa bermaksud mengecilkan atlet-atlet besar yang bermain di cabang-cabang dengan popularitas global yang terbatas itu, kebanyakan atlet di daftar ini adalah atlet-atlet dari olahraga yang dimainkan di kebanyakan tempat di dunia (misalnya senam, renang, dan atletik, tiga olahraga itu telah dimainkan nenek moyang kita di halaman rumah mereka jauh sebelum mobil balap, sepatu bola, dan helm aerodinamik diciptakan…)
30 (+1). Ge Fei/ Gu Jun (bulutangkis, China)
Bulutangkis mungkin bukan cabang olahraga yang terlalu populer secara global, tetapi sebagai orang Indonesia, salah satu negara bulutangkis terbesar, saya merasa pantas memasukkan atlet bulutangkis di sini, dan karena daftar atlet Indonesia akan saya buat terpisah, saya harus memilih atlet asing. Hebatnya, saya tidak menemukan satu pun pemain tunggal asing yang lebih besar daripada pemain kita di era 1990an. Tetapi tentang dua nama ini, they’re simply too good untuk pemain kita atau pemain manapun. Data yang saya temukan menyebutkan bahwa Ge dan Gu menjuarai 40 lebih turnamen IBF, tidak terkalahkan selama 4 tahun 6 bulan terakhir sebelum pensiun, tidak pernah kehilangan set selama 3 tahun, tidak pernah kalah di Piala Uber, dan tidak pernah membiarkan lawan melebihi angka 10 selama 2 tahun. Scary.
29. Vitally Scherbo (senam, Belarus)
Kehadirannya di dunia olahraga memang sangat singkat, sekitar lima tahun, tapi dalam masa yang singkat itu Scherbo adalah topan badai yang menyapu semua gelar yang ada di hadapannya. Scherbo tidak mempunyai spesialisasi nomor, dia sama hebatnya di setiap alat, kedelapan nomor resmi senam putra pernah di juarainya di Olimpiade dan Kejuaraan Dunia antara 1991 dan 1995. Tetapi kemalangan tak peduli pada sehebat apa prestasi seseorang, tahun 1996 istrinya, Irina, mengalami kecelakaan mobil yang sangat parah dan mengalami koma panjang, Scherbo berhenti berlatih dan mendampinginya berbulan-bulan. Ketika istrinya pulih, Scherbo sendiri yang mengalami kecelakaan sepeda motor dan akhirnya pensiun. Tapi cukup dengan 5 tahun berkompetisi, he’s the greatest already.
28. Krisztina Egerszegi (renang, Hungaria)
Jumlah medali di event tertinggi yang pernah diraih Egerszegi mungkin tidak sespektakuler Phelps, Otto, Spitz, atau Biondi. Itu disebabkan karena dia sangat fokus pada nomor-nomor andalannya dan memilih untuk tidak tampil di nomor lain, dan di nomor-nomor andalannya itu – nomor-nomor jarak menengah untuk gaya punggung dan gaya ganti – The Mice hampir tidak tersentuh. Selain dinobatkan sebagai perenang terbaik dunia 4 kali sepanjang era 1990an, Egerszegi juga memegang dua rekor dunia selama lebih dari 15 tahun, menjuarai 3 Olimpiade berturut-turut dengan rekor 5 emas untuk nomor individu, rekor yang baru bisa dipecahkan oleh Michael Phelps, 12 tahun kemudian.
27. Peter Schmeichel (sepakbola, Denmark)
Jujur saja, badan pemberi penghargaan dalam sepakbola kurang menghargai penjaga gawang. Berapa kali seorang penjaga gawang menjadi pemenang Pemain Terbaik ini itu? Hampir tidak pernah. Lalu sebesar apa peran mereka pada keberhasilan tim menjuarai sesuatu? Tanyakan pada timnas Denmark di tahun 1992 dan Manchester United sepanjang 1990an, yang tanpa orang satu ini, belum tentu bisa meraih apa yang mereka raih. Puluhan penyelamatan yang hanya bisa dilakukan olehnya, ribuan bentakan dan peringatan yang membuat pemain belakang lebih waspada, semua berandil besar untuk keberhasilan Denmark menjuarai Euro 1992 dan berbagai gelar United. Lalu penghargaan individu apa yang pernah diraih The Great Dane selain berbagai gelar ‘penjaga gawang terbaik’? Tidak ada. That’s ridiculous.
26. Stefka Kostadinova (atletik, Bulgaria)
Jika di era 2000an Isinbayeva adalah ‘the untouchable woman’ dalam atletik, maka di era 1990 Stefka Kostadinova adalah orangnya. Setelah memecahkan rekor dunia dengan lompatan 2,09 meter di tahun 1987, Kostadinova jarang bisa didekati atlet lain. Rekornya masih bertahan sampai sekarang, 23 tahun kemudian, dan menjadi salah satu rekor tertua atletik modern. Sepanjang karirnya, Kostadinova telah melompat di atas 2 meter 197 kali dalam turnamen resmi. Sebagai perbandingan, pelompat terbaik saat ini, Blanka Vlašic, melewati angka itu sebanyak 43 kali. Silakan bandingkan sendiri.
25. Andre Agassi (tenis, Amerika Serikat)
Andre Agassi bukan hanya petenis dengan potongan rambut terburuk sepanjang zaman (panjang atau pendek, sama saja), tapi dia juga salah satu yang terbaik. Agassi adalah satu dari dua pemain yang berhasil memenangkan gelar tunggal di keempat Grand Slam selama era 90an (satu pemain lain itu kelak akan menjadi istrinya), dan memenangkan lima gelar Grand Slam di dekade dimana seorang terminator bernama Pete Sampras bermain bukanlah hal yang mudah. Agassi, the great serve-returner, the nice guy, adalah salah satu atlet terbaik di era 1990an, tak perduli senorak apa pakaian atau potongan rambutnya.
24. Julio César Chávez (tinju, Meksiko)
Masa keemasan utama Chavez mungkin adalah akhir era 80an, tetapi sampai Januari 1994, dia adalah petinju yang tidak terkalahkan dan masih dianggap sebagai salah satu petinju terbaik pound per pound. Dalam karir panjangnya, legenda Meksiko ini memenangkan 7 gelar juara dunia dalam 3 kelas berbeda, dan 3 dari 7 itu dimenangkannya di era 1990an, dia pensiun setelah memenangkan 107 dari 115 pertandingannya, 86 diantaranya dengan K.O, dan itu masih menjadi salah satu rekor paling mengerikan dalam sejarah tinju.
23. Mia Hamm (sepakbola, Amerika Serikat)
Di era 1990an – walaupun ada pemain sebaik Sun Wen, Sisi, atau rekan-rekannya sendiri di timnas A.S – Mariel Margaret Garciaparra, alias Mia Hamm, hampir bisa dibilang sendirian menyejajarkan sepakbola wanita dengan cabang-cabang lain. Selama dekade itu, Hamm tergabung dalam timnas yang merebut dua kali juara dunia dan satu kali juara Olimpiade. Dia memperkuat timnas sebanyak 275 kali, hanya ada satu pemain sepakbola lain yang bermain lebih sering dari itu. Golnya untuk timnas? 158. Tidak ada pemain lain, pria atau wanita, yang bisa melebihi, atau bahkan sekedar mendekati angka itu.
22. Michael Schumacher (balap mobil Formula 1, Jerman)
Sejak awal kemunculannya di awal 1990an, Schummy telah terlihat akan menguasai F1 di masa depan. Ternyata The Rain King perlu waktu lebih lama untuk menjadi yang terbaik sepanjang sejarah, baru di dekade 2000an dia mencapai itu. Tetapi di era 1990an pun Schumacher telah menjadi yang tersukses di antara pembalap di masa itu, dia menjadi juara dunia dua kali (1994, 1995) dan memenangkan 35 lomba sepanjang dekade itu, termasuk rekor 9 lomba di musim balap 1995. Sign of greatness to come.
21. Rivaldo (sepakbola, Brazil)
Sepanjang era 1990an, Rivaldo bisa disebut sebagai bintang sepakbola paling stabil dan tak pernah mengalami masa surut. Karirnya dimulai tepat di awal era 1990an di Santa Cruz, lalu dia pindah ke Mogi Mirim, Corinthians, Deportivo La Coruna, dan akhirnya berpuncak di Nou Camp bersama Barcelona, di sana Rivaldo menjalani tahun-tahun terbaik dalam karirnya. Selain menjadi juara La Liga dua kali di dua tahun terakhir dekade 1990an, Rivaldo meraih semua penghargaan pribadi paling prestisius tahun 1999 : Ballon d’Or, FIFA World Player of the Year, dan World Soccer Player of the Year. Semua pemain yang dianggap pantas menyatukan tiga penghargaan itu tentu bukan atlet biasa-biasa.
20. Judit Polgár (catur, Hungaria)
Selama puluhan, atau mungkin ratusan tahun, tradisi telah memisahkan atlet laki-laki dan perempuan. Hingga di akhir era 1980an, seorang gadis kecil dari Budapest menyatakan bahwa dia ingin mendobrak batas itu. Saat itu, gadis berusia 11 tahun ini baru saja mengalahkan seorang grandmaster pria, dan elo ratingnya telah melebihi juara dunia wanita saat itu. Di tahun 1991, Judit Polgár, nama gadis itu, meraih gelar Grand Master penuh dalam usia 15 tahun 5 bulan, rekor pada saat itu. Judit tidak pernah tertarik menjadi juara dunia wanita dan memilih mengikuti turnamen pria. Selama dekade 1990an, rankingnya selalu berada di jajaran 20 besar pecatur pria, sementara dua kakaknya bergantian menjadi juara dunia catur wanita (dan keduanya mengaku Judit bukan tandingan mereka). Judit Polgár, melegenda sejak remaja, adalah atlet pertama yang menembus batas gender dengan hasil yang baik dan bukan sekedar sensasi.
19. Roberto Baggio (sepakbola, Italia)
Pemain sepakbola Italia, sebintang apapun, lebih dikenal untuk pemahaman taktis mereka, bukan karena teknik individu yang menghibur, jangan katakan itu tentang The Divine Ponytail. Baggio adalah species istimewa pemain sepakbola, dan era 1990an – di masa dia bermain untuk Juventus, Milan, Bologna, dan Inter – adalah saksi sentuhan-sentuhan ajaibnya. Prestasi internasional Baggio bersama klub memang tidak terlalu mentereng, tetapi dia adalah anggota timnas Italia yang menjadi peringkat tiga Piala Dunia 1990 dan runner-up di tahun 1994. Dia juga adalah Pemain Terbaik Dunia dan peraih Ballon d’Or di tahun 1993, dan hampir tak ada yang tidak setuju ketika dia termasuk dalam daftar 100 Pesepakbola Terbaik Sepanjang Zaman.
18. Carl Lewis (atletik, Amerika Serikat)
Carl Lewis adalah atlet atletik terbaik era 1980an, dan ternyata tidak berhenti sampai di situ, memasuki dekade 1990an, dia masih menyapu berbagai medali emas di event tertinggi, walau kali ini dia lebih fokus di nomor lompat jauh dan estafet 4 x 100 meter, bukan lagi di nomor 100 meter yang membuatnya terkenal sebelumnya. Lewis meraih 3 medali emas Olimpiade dan 2 emas Kejuaraan dunia di era 1990an. Di tahun 1999, I.O.C. menobatkannya sebagai Sportsman of the Century, sementara I.A.A.F. menggelarinya World Athlete of the Century. Gelar yang pantas.
17. Oscar De La Hoya (tinju, Amerika Serikat)
The Golden Boy adalah petinju yang paling banyak meraup uang dari karir bertinjunya sepanjang sejarah. Tapi terlepas dari soal uang, dia adalah petinju hebat, dan kehebatannya berasal dari era 1990an. De La Hoya meraih medali emas Olimpiade 1992 di Barcelona, dan karir profesionalnya menanjak dengan cepat, dia meraih 3 gelar juara dunia di 3 kelas berbeda, dan tak pernah terkalahkan sampai dekade 1990an mendekati akhir, ketika dia dikalahkan Felix Trinidad, Agustus 1999. Total, De La Hoya telah pernah memegang 10 sabuk juara dunia berbeda di 6 kelas dan telah pernah mengalahkan 17 juara atau mantan juara dunia.
16. Romario (sepakbola, Brazil)
Pada tahun 2007, Romario konon menyamai rekor Pele dan Puskas: mencetak 1.000 gol selama karirnya. Rekor tersebut dianggap tidak sah karena Romario juga menghitung golnya di level junior dan laga persahabatan. Terdengar seperti usaha mencari sensasi yang menyedihkan dari seorang pemain tua. Tetapi di era 1990an, sensasi Romario adalah sensasi sungguhan, dia mengantar Brazil menjadi juara dunia 1994, meraih Sepatu Emas dan gelar Pemain Terbaik Dunia di tahun yang sama. Romario adalah salah satu pencetak gol paling produktif di era itu, dia adalah top skorer Liga Belanda tahun 1990, 91, dan 92, serta Liga Spanyol tahun 94. Untuk Brazil, Romario mencetak 55 gol dalam 70 pertandingan, hanya Pele yang mencetak lebih banyak gol untuk Brazil.
15. Tiger Woods (golf, Amerika Serikat)
Tiger Woods adalah atlet tersukses di dekade pertama abad 21, dan di dekade terakhir abad 20 dia telah menjadi fenomena. Sejak usia 2 tahun, Tiger telah masuk televisi karena bakat golfnya, dan ketika dia mulai berkarir sebagai pegolf amatir di usia belasan, keterkenalannya membuat iri banyak pegolf PGA Tour, dan itu bukan tanpa alasan, prestasinya sebagai amatir nyaris tidak masuk akal. Dan ketika Tiger berpindah menjadi pegolf pro di tahun 1996, keributan (dan nilai kontrak sponsor) yang disebabkannya juga tidak masuk akal. Woods tidak membuang-buang waktu, dia langsung menjadi pegolf nomor 1 di tahun keduanya sebagai profesional, memenangkan 2 turnamen major, dan 13 turnamen lain dari tahun 1996 sampai 1999, world domination tinggal menunggu waktu.
14. Martina Hingis (tennis, Swiss)
Di pertengahan 1990an, ketika orang masih berdebat siapa yang terbaik, Graf atau Seles, seorang bocah kelahiran Slovakia yang berimigrasi ke Swiss tiba-tiba memutus semua perdebatan. Dia meroket ke jajaran elit tennis putri dunia tanpa banyak membuang waktu, dia memecahkan rekor ‘termuda’ dalam berbagai hal, memenangkan 5 gelar Grand Slam tunggal antara 1997-1999, memenangkan berbagai gelar ganda, dan menjadi pemain nomor satu dunia secara bersamaan untuk tunggal dan ganda. Semua itu dilakukannya sebelum berumur 20 tahun. Memasuki abad 21, Hingis diterpa berbagai masalah, baik fisik maupun pribadi (dan kemudian kokain), yang membuat karirnya berakhir prematur, tetapi di akhir abad 20, The Swiss Miss adalah salah satu fenomena terbesar dunia olahraga.
13. Serhiy Bubka (atletik, Ukraina)
Ketika kata ‘dominasi’ terdengar dalam olahraga, salah satu orang yang paling tepat mewakilinya adalah Serhiy Bubka. Sepanjang dekade 1980an, Bubka tidak punya lawan, dia sibuk memecahkan rekor atas namanya sendiri 9 kali untuk outdoor dan 10 kali untuk indoor. Dekade 1990an? Sama saja. Bubka masih tidak punya lawan dan masih sibuk sendiri memecahkan rekor, 8 kali outdoor, 8 kali indoor. Perbedaannya, di era 1990an dia selalu gagal di Olimpiade, sesuatu yang hampir tidak masuk akal mengingat tak satu pelompat galah lain pun setara dengannya. Tetapi hal seperti itu biasa terjadi dalam olah raga, dan itu tidak cukup untuk menodai reputasi Bubka sebagai salah satu atlet paling dominan sepanjang zaman.
12. Roy Jones, Jr. (tinju, Amerika Serikat)
Ketika tinju kelas berat di era 1990an dikotori oleh kekonyolan-kekonyolan yang tak pernah terjadi di era lain, kelas-kelas lain justru melahirkan petinju-petinju istimewa, Roy Jones, Jr. adalah salah satunya. Jones mulai dikenal ketika sebagai petinju amatir dia secara kontroversial kalah dari petinju Korea Selatan di final Olimpiade Seoul. Memasuki era 1990an, Jones beralih ke tinju profesional, tak terkalahkan, dan menjadi petinju terbaik di eranya. Dia meraih gelar pertamanya di kelas menengah tahun 1993, naik ke super menengah di tahun 1994, dan berat ringan sejak tahun 1996, kalah satu kali dan akhirnya menguasai kelas itu sejak 1997. Teknik bertinjunya yang sempurna dan kecepatannya yang luar biasa mengantarnya menjadi petinju tersukses dalam dekade 1990an.
11. Michael Johnson (atletik, Amerika Serikat)
Sepanjang 1990an, Johnson benar-benar terlalu cepat untuk semua lawannya di nomor 200 dan 400 meter. Tahun 1996 dia menyabet emas Olimpiade baik untuk 200 meter maupun 400 meter. Dia juga menjadi yang terbaik 2 kali di Kejuaraan dunia untuk 200 meter, dan 4 kali untuk 400 meter. Itu belum termasuk kesuksesannya di nomor estafet. Dengan gaya lari yang aneh dan seperti menyalahi banyak teori, Johnson tak terkejar selama satu dekade.
10. Monica Seles (tenis, Yugoslavia/Amerika Serikat)
Pertanyaan ‘Steffi atau Monica?’ adalah pertanyaan utama di tennis wanita awal 1990an. Ketika Graf belum lama mengambil alih dominasi dari tangan Navratilova dan Evert-Lloyd, Seles mengancam dominasi baru itu dengan serius. Sepanjang 1991 dan 1992, pemerhati tennis seakan tidak percaya bahwa Graf tiba-tiba menjadi nomor dua, Seles menyapu 6 gelar Grand Slam dalam 2 tahun itu, dan hanya menyisakan 3 untuk Graf. Lalu datanglah insiden kekerasan yang sangat tidak menyenangkan itu, salah satu kisah terburuk dalam sejarah tennis, dan pesta gelar Seles pun berakhir dengan menyedihkan. Seles kembali ke dunia tennis tahun 1995 dan berhasil merebut lagi 1 gelar Grand Slam, tetapi dia bukan lagi petenis yang dominan, dan kebanyakan orang yakin bahwa andai penikaman itu tidak pernah terjadi, gelar Grand Slam yang dimiliki Monica akan berlipat ganda, bukan ‘hanya’ delapan.
9. Haile Gebrselassie (atletik, Ethiophia)
Dari sumur pelari jarak jauh yang tak mengenal kemarau, Ethiophia, lahirlah salah satu atlet atletik terbaik sepanjang zaman : Haile Gebrselassie. Selassie menjuarai 2 Olimpiade dan 5 kejuaraan dunia sepanjang dekade 1990an untuk jarak 10.000 meter, dia juga merupakan pelari yang sulit dikalahkan di jarak 1.500 meter, dan menjelang akhir karirnya The Great Haile beralih ke marathon, dan di nomor itu pun dia berhasil memecahkan rekor dunia, salah satu dari 27 yang pernah dipecahkannya di 5 nomor berbeda. Magnificent .
8. Michael Doohan (balap motor, Australia)
Mick Doohan menguasai balap motor GP 500 CC sejak tahun 1994 sampai 1998, dan dalam lima tahun itu dominasinya tak terbayangkan: dari 71 lomba dalam 5 tahun itu, hanya 26 yang tidak berhasil dia juarai, kurang dari setengahnya, dan dari 26 itu, dia berhasil finish 20 kali, 15 kali di antaranya di posisi kedua, dan 5 kali lainnya di 6 besar. Superioritasnya mungkin mendapat bantuan yang sangat besar dari superioritas motor Honda rancangan Jeremy Burgess yang selalu ditungganginya, tetapi bagaimanapun, tetap tak cukup alasan untuk memilih orang lain menjadi atlet otomotif paling dominan sepanjang dekade 1990an.
7. Zinedine Zidane (sepakbola, Prancis)
Di luar lapangan, Zizou adalah ikon. Di dalam lapangan, dia tukang sihir. Semua tim yang mempunyai Zidane hampir dijamin meraih kesuksesan dalam level tertentu, sejak Maradona, tak ada pemain yang bisa seberpengaruh itu. Tak banyak lagi yang masih perlu diceritakan tentangnya, kita hampir tahu semuanya. Oh ya, kisah penyerudukannya terhadap Materazzi terjadi di abad 21, jadi sepanjang 1990an – dengan menganggap perbuatannya menginjak pemain Arab Saudi hanya cerita tidak perlu – kebesaran Zidane hampir tidak ternoda.
6. Miguel Indurain (balap sepeda, Spanyol)
Konon, Indurain, raksasa Basque itu, mempunyai kapasitas paru-paru dan kemampuan kerja jantung dua kali lipat rata-rata manusia normal. Terserahlah, bawaan lahir seperti itu tidak akan membuat seseorang didiskualifikasi dari sebuah turnamen, dan tidak menghalangi fakta bahwa Miguelon adalah pembalap paling superior di dekade 1990an dan salah satu atlet paling dominan di masanya. Indurain menjadi orang pertama yang menjuarai Tour de France lima kali berturut-turut, dia juga menambahnya dengan kemenangan-kemenangan di Giro de Italia, Olimpiade, dan Kejuaraan Dunia. Sebelum prestasi Lance Armstrong di abad ke 21 menyainginya, Miguel Indurain dianggap tak punya saingan berarti untuk dinobatkan sebagai pembalap sepeda terbaik di zaman modern.
5. Ronaldo (sepakbola, Brazil)
Untuk anda yang tidak cukup tua untuk mengalami era 1990an : si gemuk yang terlupakan itu pernah jadi pemain hebat dengan skill yang sulit dicari bandingannya. Selama dekade ini, dia hampir tidak bisa dihentikan, cepat, tangguh, dan imajinatif, semuanya dengan kadar di atas normal. Dari awal karirnya tahun 1993 sampai 1999, Ronaldo menciptakan 118 gol dari 137 pertandingan untuk klub, dan 46 gol dari 63 pertandingan untuk Brazil, rasio yang mendekati 1:1. Bersama klub dan negara, dia juga telah meraih semua gelar yang mungkin diraih, belum lagi penghargaan pribadi sebagai FIFA World Player of the Year 1996, 1997, Ballon D’Or 1997, dan berbagai gelar lain. Ronaldo adalah produk terbaik sepakbola 1990an, The Phenomenon.
4. Pete Sampras (tennis, Amerika Serikat)
Tennis putra 1990an adalah tentang Pete Sampras, dia tak pernah lama terlewati di posisi nomor 1 sejak 1993, dan memenangkan 11 (dari total 14) grand slamnya antara 1993 sampai 1999. Sampras begitu super di masa kejayaannya sampai dianggap ‘membosankan’, teknik serve and volley-nya yang sempurna nyaris tak bisa dilawan di lapangan rumput dan lapangan keras, belum lagi servenya yang mematikan, membuat setiap point cenderung pendek karena rally panjang yang menghibur sangat jarang terjadi ketika dia bermain. Tetapi Sampras adalah seorang atlet, bukan penghibur, 286 minggu di nomor satu adalah rekor yang belum terlewati siapapun, dan rekor 14 grand slam-nya baru terlewati Roger Federer di tahun 2000an ketika – menurut sebagian orang – tingkat persaingan tidak seketat era 1990an. Petenis hebat seperti Courier, Agassi, Rafter, Kafelnikov, Ivanisevic, Muster, dan banyak lagi ada di era ini, dan mereka semua selalu berada di bawah Sampras.
3. Garry Kasparov (catur, Russia)
Siapa atlet di era 1990an yang paling mutlak dominasinya dan keabsahannya sebagai ‘yang terbaik’ paling sulit digugat? This guy, dan dia menancapkan dominasinya sambil duduk berjas tanpa menyandang gelar juara dunia resmi. Menyebutkan dari tahun berapa sampai tahun berapa Kasparov menjadi juara dunia adalah hal yang rumit karena versi juara dunia yang beragam, yang kebanyakan disebabkan pemberontakan Kasparov sendiri (Kasparov keluar/dikeluarkan dari FIDE tahun 1993). Yang jelas, Kasparov menjadi pecatur berelorating tertinggi – yang berarti pecatur terbaik dunia – hampir sepanjang karirnya sebagai Grand Master, kurang lebih 21 tahun, sejak 1985 sampai 2006, itu berarti mencakup sepanjang dekade 1990an, dan siapapun pecatur yang sedang menjadi juara dunia FIDE dalam kurun waktu itu tidak pernah dianggap orang ‘juara dunia sungguhan’, karena masih ada Garry Kasparov, juara di atas juara.
2. Steffi Graf (tennis, Jerman)
Graf memenangkan 8 gelar tunggal putri Grand Slam di akhir dekade 1980an, lalu dia akan berhenti sampai di situ? Tampaknya ya, karena di awal dekade 1990an tiba-tiba Monica Seles mengancam dominasinya, Graf hanya memenangkan 3 gelar ketika Seles menyapu 6, sampai kecelakaan itu terjadi. Itu baru setengah dari kisah sukses Steffi di Grand Slam. Dia masih memenangkan 11 gelar lagi sebelum pensiun di tahun 1999. Total, Graf memenangkan 22 gelar tunggal Grand Slam, lebih dari manusia manapun yang pernah lahir di planet ini, dan 14 di antaranya diraihnya di era 1990an, ketika prodigy seperti Seles dan Hingis mengganggu dominasinya dengan tidak main-main, belum lagi rival lama seperti Sanchez Vicario, Novotna, Sabatini, dan bahkan Navratilova yang belum berhenti mengganggu di era itu. Meraih prestasi sebanyak itu di tengah persaingan seketat itu cukup untuk membuat Steffi Graf the greatest female athlete of the 1990s.
1. Michael Jordan (bola basket, Amerika Serikat)
Siapa atlet yang paling identik dengan dekade 1990an? Siapa atlet yang paling ‘menjual’ di masa itu? Siapa atlet terbesar di akhir abad 20? Silakan cari jawaban lain dan kemukakan alasan anda, semoga itu cukup untuk melebihi Michael Jordan. Karena menurut saya, dia memiliki semacam kekuatan superhuman yang membuat era 1990an pantas dikenang, dan saya tidak perlu panjang lebar menunjukkan statistik tentang sehebat apa dia, apa yang telah diraihnya, dan berapa juta baju Chicago Bulls, pernak-pernik NBA, dan sepatu Air Jordan yang terjual di seluruh dunia sepanjang dekade itu. Dia adalah simbol terbesar olahraga 1990an. Enough said.
Kembali ke
Atau Lihat Juga
HARI INI (30 JULI) 1990an
POLITIK
1990 : Tailey Yonbu memimpin ‘Prajurit 1990′ – pasukan yang terdiri dari masyarakat sipil yang dipersenjatai pemerintah – menembaki hingga tewas sekitar 600 orang suku Gio dan Mandingo di gereja Lutheran St. Peter’s di Sinkor, Monrovia, Liberia.
1997 : Dua bom bunuh diri yang dalam selang beberapa detik terjadi di pusat keramaian Jerusalem, 14 orang tewas dan 150 lain luka-luka.
BENCANA ALAM
1997 : Longsor terjadi di resort ski Thredbo, New South Wales, Australia. Delapan belas orang tewas dan sekitar seratus lainnya terperangkap ketika sekitar 3,5 ton salju longsor menghantam dua bangunan.
OLAH RAGA
1992 : Lin Li dari China memecahkan rekor dunia renang 200 meter gaya ganti dengan catatan waktu 2 menit 11,65 detik di Olimpiade Barcelona.
MUSIK
Album & Single yang sedang menempati peringkat pertama di Billboard 200 Album & Billboard Hot 100 singles pada tanggal 30 Juli :

1990 : Please Hammer, Don’t Hurt ‘Em (M.C. Hammer) & She Ain’t Worth It (Glen Medeiros feat. Bobby Brown)

1991 : Unforgettable. With Love (Natalie Cole) & (Everything I Do) I Do It for You (Bryan Adams)

1992: Some Gave All (Billy Ray Cyrus) & Baby Got Back (Sir Mix-a-lot)

1993 : Zooropa (U2) & (I Can’t Help) Falling in Love with You

1994 : Lion King (Various Artists) & I Swear (All-4-One)

1995 : Cracked Rear View (Hootie & the Blowfish) & Waterfalls (TLC)

1996 : It Was Written (Nas) & You’re Makin’ Me High (Toni Braxton)

1997 : Men in Black. The Album (Various Artists) & I’ll be Missing You (Puff Daddy feat. Faith Evans)

1998 : Armageddon O.S.T (Various Artists) & The Boy is Mine (Brandy & Monica)

1999 : Significant Other (Limp Bizkit) & Wild Wild West (Will Smith feat. Dru Hill & Kool Moe Dee)
FILM
Film yang sedang menjadi film terlaris tanggal 30 Juli di Amerika
1990 : Presumed Innocence (Alan J. Pakula/ Warner Bros.)
1991 : Terminator 2. Judgment Day (James Cameron/ Carolco Pictures, Lightstorm Ent., Le Studio Canal+, TriStar Pictures)
1992 : Mo’ Money (Peter McDonald & Damon Wayans/ Columbia Pictures)
1993 : Poetic Justice (John Singleton/ Columbia Pictures)
1994 : Forrest Gump (Robert Zemeckis/ Paramount Pictures)
1995 : Waterworld (Kevin Reynolds, Kevin Costner/ Davis Pictures, Universal Pictures)
1996: A Time to Kill (Joel Schumacher/ Regency Enterprises, Warner Bros.)
1997 : Air Force One (Wolfgang Petersen/ Columbia Pictures, Buena Vista International)
1998 : Saving Private Ryan (Steven Spielberg/ Amblin Ent., Mutual Film Company, Paramount Pictures, DreamWorks)
1999 : The Haunting (Jan DeBont/ DreamWorks)
Kembali ke :
Atau Lihat Juga :
- MUSIK 1990an
- FILM 1990an
- HIBURAN 1990an
- SPORT 90an
- LIFESTYLE & FASHION 1990an
- SOSIAL POLITIK 1990an
- INDONESIA 1990an
HARI INI (29 JULI) 1990an
POLITIK
1994 : Angkatan Bersenjata India membunuh 27 militan Muslim. Ini menambah rentetan panjang daftar perlakuan buruk aparat pemerintah India terhadap minoritas – terutama Muslim – di era 1990an.
1994 : Bettino Craxi, mantan PM Italia, dijatuhi hukuman 8 tahun 6 bulan penjara dengan tuduhan korupsi. Craxi, yang berkuasa antara tahun 1983 dan 1987, dikenal dengan gaya hidup mewahnya yang dinilai ikut berandil menyuburkan wabah korupsi di kalangan petinggi partai di Italia.
1994 : Tasrima Nasreen, penulis Bangladesh, menerima anncaman pembunuhuna dari 200.000 demonstran Muslim yang menganggapnya telah membuat pernyataan yang menghina syari’ah dalam bukunya Lajja. Nasreen kemudian mengasingkan diri ke Swedia dan menjadi warga negara Swedia.
OLAHRAGA
1990 : Amerika Serikat menjuarai Federation Cup untuk yang ke 14 kalinya. Kali ini, AS yang diperkuat Jennifer Capriati, Zina Garrison, dan Gigi Fernandez berhasil menang 2-1 atas Uni Soviet yang menurunkan Leila Meskhi, Natasha Zvereva, dan Larissa Shevchenko dalam partai final di Atlanta, Georgia, A.S.
1992 : Yevgeny Sadovyi, perenang Russia yang mewakili Persemakmuran Negara Bersatu (C.I.S) di Olimpiade Barcelona, memecahkan rekor dunia renang 400 m gaya bebas putra dengan catatan waktu 3 menit 45 detik/
MUSIK
Album & Single yang sedang menempati peringkat pertama di Billboard 200 Album & Billboard Hot 100 singles pada tanggal 29 Juli :

1990 : Please Hammer, Don’t Hurt ‘Em (M.C. Hammer) & She Ain’t Worth It (Glen Medeiros feat. Bobby Brown)

1991 : Unforgettable. With Love (Natalie Cole) & (Everything I Do) I Do It for You (Bryan Adams)

1992: Some Gave All (Billy Ray Cyrus) & Baby Got Back (Sir Mix-a-lot)

1993 : Zooropa (U2) & (I Can’t Help) Falling in Love with You

1994 : Lion King (Various Artists) & I Swear (All-4-One)

1995 : Cracked Rear View (Hootie & the Blowfish) & Waterfalls (TLC)

1996 : It Was Written (Nas) & You’re Makin’ Me High (Toni Braxton)

1997 : Men in Black. The Album (Various Artists) & I’ll be Missing You (Puff Daddy feat. Faith Evans)

1998 : Armageddon O.S.T (Various Artists) & The Boy is Mine (Brandy & Monica)

1999 : Significant Other (Limp Bizkit) & Wild Wild West (Will Smith feat. Dru Hill & Kool Moe Dee)
FILM
Film yang sedang menjadi film terlaris tanggal 29 Juli di Amerika
1990 : Presumed Innocence (Alan J. Pakula/ Warner Bros.)
1991 : Terminator 2. Judgment Day (James Cameron/ Carolco Pictures, Lightstorm Ent., Le Studio Canal+, TriStar Pictures)
1992 : Mo’ Money (Peter McDonald & Damon Wayans/ Columbia Pictures)
1993 : Poetic Justice (John Singleton/ Columbia Pictures)
1994 : Forrest Gump (Robert Zemeckis/ Paramount Pictures)
1995 : Apollo 13 (Ron Howard/ Imagine Ent., Universal Pictures)
1996: A Time to Kill (Joel Schumacher/ Regency Enterprises, Warner Bros.)
1997 : Air Force One (Wolfgang Petersen/ Columbia Pictures, Buena Vista International)
1998 : Saving Private Ryan (Steven Spielberg/ Amblin Ent., Mutual Film Company, Paramount Pictures, DreamWorks)
1999 : The Haunting (Jan DeBont/ DreamWorks)
Kembali ke :
Atau Lihat Juga :
- MUSIK 1990an
- FILM 1990an
- HIBURAN 1990an
- SPORT 90an
- LIFESTYLE & FASHION 1990an
- SOSIAL POLITIK 1990an
- INDONESIA 1990an
DAFTAR FILM INDONESIA 1990an
Walau ada beberapa film yang banyak mengundang pujian baik dari dalam maupun dari luar negeri, banyak yang menganggap bahwa era 1990an adalah ‘zaman kegelapan’ film Indonesia. Monopoli peredaran film bioskop dan mulainya kejayaan televisi serta lahirnya alternatif media lain benar-benar menyudutkan perfilman Indonesia sepanjang dekade 1990an.
Gaya film Indonesia di awal 1990an sendiri kebanyakan merupakan kontinuitas dari era 1980an, asyik di jalannya sendiri dan seperti terlepas dari pengaruh luar, itu bisa berarti bagus atau buruk. Beberapa penggebrak seperti Garin Nugroho muncul di era ini, tapi tak cukup untuk menimbulkan gelombang baru yang berarti.
Sejak pertengahan 1990an, film Indonesia benar-benar kesulitan bernafas, dan dari sini muncullah gelombang film-film soft porn yang merajai (atau meratui) bioskop-bioskop pinggiran dengan kekonyolan yang sudah dimulai dari judul-judulnya.
Inilah daftar hampir lengkap film-film cerita Indonesia yang dirilis ke bioskop selama era 1990an, silakan nilai sendiri…
A
Ajian Ratu Laut Kidul (1991) (Naryono Prayitno) (Suzanna, Clifft Sangra, Johnny Indo, Novie Chandra, Rita Sheba, Tino Karno, Ratu Denok, Simon P.S.) (80 menit)
Akal-Akalan (1991) (Deddy Armand) (Kadir, Doyok, Kiki Fatmala, Lia Waroka, Robert Syarif, Fuad Alkhar, Suti Karno) (82 menit)
Akibat Hamil Muda (1993) (Dhany Firdaus) (Sally Marcellina, Johnny Anwar, F.X. Bambang, Tisna S. Brata, Andy Burnama, Dhany Firdaus, Gugun, Elizabeth Ivone, Ronix Saka, Wendhy) (93 menit)
Amrin Membolos (1996) (Rizky Prasetya) (Don Bograd, Nizar Zulmi, Debby Cynthia Dewi, Mandra, Advent Bangun, Suti Karno, Pak Tile, Laila Sari, Putri Ayu, Rainbow Wiratama, Bambang Aditya, M. Gustidin) (102 menit)
Angel of Fury (1991) (Ackyl Anwari) (Cynthia Rothrock, Chris Barnes, Peter O’Brian, Zainal Abidin, Roy Marten, August Melasz, Tanaka, Minati Atmanegara, Jureck Klyne, Kiki Amir, Roby Sutara, Karen Sukarno, Hamid Sopeng, Eddy Hansudi, Rita) (77 menit) (B. Indonesia, B. Inggris)
Antri Dong (1990) (Arizal) (Deddy Mizwar, Nurul Arifin, Lydia Kandou, Eva Arnaz, Kadir, Doyok, Kiki Fatmala, Nancy Namora, Gitty Srinita, ZA Diding, Nike Ardilla) (86 menit)
Asmara (1992) (Adisoerya Abdy) (Meriam Bellina, DIdi Petet, Ully Artha, Donna Harun, Adjie Massaid, Ami Prijono, Adisoerya Abdy, Dien Novita, Mandra, Steady Rimba) (89 menit)
B
Babad Tanah Leluhur (1990) (M. Abnar Romli) (Wisnu Wardhana, Fitria Anwar, Lamting, Indah Cahyani, Yulietta Kulit, WSF Ratu Evie, Alex Bernard, John Wiranata, Raymond Robot, Arman Effendy, Budi Schwarzkrone, Rudy Wahab, Yosef Hungan, S.Naryo Hadi) (111 menit)
Babad Tanah Leluhur II (1991) (Denny H.W.) (Fitria Anwar, Gito Gilas, Devi Permatasari, Syamsuri Kaempuan, Piet Pagau)
Badai Laut Selatan (1991) (Noerhadi Irawan) (Fitria Anwar, Gito Gilas, Baron Hermanto, Deddy Mizwar, Widawati Natasha, Prutha N., Wisnu Wardhana, Dede Yusuf) (90 menit)
Badoet-Badoet Kota (1993) (Ucik Supra) (Ayu Azhari, Dede Yusuf, Dien Novita, Sofyan Sharna, Jajang C. Noer, Rachman Yacob, Purbawati, Krissno Bossa, Chinny Gunarwan, Amak Baldjun, Ami Prijono) (103 menit)
Barang Titipan (1991) (Ida Farida) (Unang, Miing, Didin, Eva Arnaz, Dian Nitami, Pitrajaya Burnama, Leroy Osmani, Tarsan, Diah Permatasari, Bu Siti, Yani Maslian, Suti Karno, Anna Shirley, Hengky Solaiman) (87 menit)
Bergairah di Puncak (1999) (Steady Rimba) (Windy Chindyana, Ibra Azhari, Febby Lawrence) (70 menit)
Bernafas dalam Lumpur (1991) (Turino Djunaidy) (Meriam Bellina, Rano Karno, Farouk Afero, Salim Bungsu, Turino Junaidy, Hidayat, Nyoman Ayu Lenora, Henky Solaiman, Nina MArtini, Abduh Mursid, Phirdhanie Reksa, Usbanda)
Bibir Mer (1992) (Arifin C. Noer) (Bella Esperance Lee, drg. Fadly, Galeb Husein, Jajang C. Noer, Tio Pakusadewo, Imam S. Wungkul) (95 menit)
Bisa Naik Bisa Turun (Arizal) (Dono, Kasino, Indro, Diding Boneng, Kiki Fatmala, Lydia Febriani, Fortunella, Fujiyanti, Inneke Koesherawati, Yoga Pratama, Fritz G. Schadt, Gitty Srinita, Pak Tile)
Blok M (1990) (Eduard Pesta Sirait) (Paramitha Rusady, Desy Ratnasari, Ciata Hendriyany, Rizky Indra, Lenny Marlina, Nia Lavenia, Chris Salam, Marwan Alkatiri, Torro Margens, Ade Yuniaty, Remy Sylado, Yoseano Waas, Chika Fransiska, Fahmy Yahya) (83 menit)
Blood Warrior (1993) (Indonesia, Amerika Serikat) (Sam Firstenberg) (David Bradley, Frank Zagarino, Jennifer Campbell, Frans Tumbuan, Dicky Zulkarnaen, Pietrajaya Burnama, Diaz Tangkilisan, Joe Simpson, John P. Karls, Ronny Sax, Tanaka) (B. Inggris) (90 menit)
Boleh-Boleh Aja (1990) (Deddu Armand) (Paramitha Rusady, Sally Marcellina, Gugun Siregar, Ade Giuliano, Tio Pakusadewo, Monica Oemardi, Ida Kusumah, James Sahertian, Reza Achman, Bay Iskak, Yulie Martha, Cut Tiffany) (79 menit)
Boneka dari Indiana (1990) (Nya Abbas Akup) (Didi Petet, Lydia Kandou, Meriam Bellina, Ami Prijono, Ida Kusumah, Susi Adella, Misye Arsita, Djenar Maesa Ayu, Eeng Saptahadi, Bob Sadino) (92 menit)
Boss Carmad (1990) (Putu Wijaya) (Paramitha Rusady, Deddy Mizwar, Koswara Jef E, Rachmat Hidayat, Yetty Syarifah, Kang Ibing, Anna Tairas, Donny Damara, Ida Kusumah) (95 menit)
Bujang Jelihin (1991) (Dasri Jacob) (Raymond Rambing, Hendra Cipta, W.D. Mochtar, Connie Sutedja, Yenny Farida, Cilia Angelina, Yan Bastian, Chairil J.M., M. Keman)
Bukan Main (1991) (Yazman Yazid) (Onky Alexander, Meriam Bellina, Jeffry Waworuntu, Nia Zulkarnaen, Fuad Alkhar, Aom Kusman, Robert Syarif)
Bulan Tertusuk Ilalang (1995) (Garin Nugroho) (Norman Wibowo, Ratna Paquita Wijaya, Ki Soetarman, Wiwiek Handawiyah, Sri Rahayu, Bambang S. Jayantoro, Pramana Padmodarmaya, Joko Semi, G.R.A. Koesmurtiyah, G.P.H. Puger, Sastro Setyo) (125 menit)
C
Cakar Naga (1991) (Bacharoem Halilintar) (Raymond Rambing, Arthur Tobing, Ira Mambo, Dian Damora, Jamal Jentak, Chairil J.M, Johny Anwar, Dolf Damora, Syamsuri Kaempuan, Rajab Lasanuddin, K. Supranto, Achmad Yani)
Catatan Harian Tante Sonya (1994) (Abrar Siregar) (Ayu Azhari, Chris Michael, Poppy Farida, Esri Komara)
Catatan Si Boy IV (1990) (Nasri Cheppy) (Onky Alexander, Meriam Bellina, Paramitha Rusady, Sisca Yulianti, Fuad Thalib, Ronny M. Toha, Arswendi Nasution, Ida Kusumah, Ajeng Ade Chandra, Yudhi A.S., Made Sukanadi, Nani Widjaja, Yetti Sardjio, Robert Syarif, M.Amin) (93 menit)
Catatan Si Boy V (1991) (Nasri Cheppy) (Onky Alexander, Sophia Latjuba, Didi Petet, Paramitha Rusady, Btari Karlinda) (88 menit)
Catatan Si Emon (1991) (Nasri Cheppy) (Didi Petet, Onky Alexander, Paramitha Rusady, Sophia Latjuba, Btari Karlinda, Fuad Alkhar, Nurul Arifin) (90 menit)
Ceh Kucak Gayo (1994) (Nan T. Achnas) (dokumenter)
Cinta Anak Muda (1990) (Hadi Poernomo) (Nike Ardilla, James Sahertian, Hudi Prayugo, Zainal Abidin, Pietrajaya Burnama, Muni Cader, Ida Kusumah, Machfud Abud, Chris Maliki, Zarina Mir, Eddy Pur, Mpok Siti)
Cinta dalam Sepotong Roti (1991) (Garin Nugroho) (Adjie Massaid, Monica Oemardi, Tio Pakusadewi, Rizky Teo) (100 menit)
Cinta dan Nafsu (1996) (Emil G. Hampp) (Ibra Azhari, Febby Lawrence, Reynaldi)
Cinta dan Noda (1991) (Slamet Riyadi) (Cut Keke, Adjie Massaid, Ira Mambo, Yurike Prastica, Wawan Wanisar, Baby Zelvia, Chandra Rajasa, Ira Mambo, Tisna S. Brata)
Cintaku di Way Kambas (1990) (Iwan Wahab) (Ira Wibowo, Mathias Muchus, Rini S. Bono Sjaeful Anwar, W.D. Mochtar, Nani Somanegara, Chitra Dewi, Harry Capri, Bram Adrianto) (102 menit)
Curi-Curi Kesempatan (1990) (Arizal) (Nurul Arifin, Deddy Mizwar, Ray Sahetapy, Sally Marcellina, Dien Novita, Ida Kusumah, Pak Tile, Mathias Agus, Eko Deye, Yongki Dp, Nyoman Ayu Lenora, Eddy Bakar Pare, Robby Sutara) (83 menit)
D
Dangerous Seductress (1992) (Indonesia/ Filipina) (H. Tjut Djalil) (Kristin Ann, Tonya Offer, Joseph Cassano, Amy Weber, John Warom, Simon Jonathan Wood, Mick Carmichael) (95 menit) (B. Inggris)
Daerah Jagoan (1991) (Dhany Firdaus) (George Rudy, Ranieta Manopo, Johnny Indo, Vicky Wulandari, Tanaka, Dolf Damora, Herman Permana, Tonny Damanik, John F. Sitepu, Rizon Reff, Yana Achbarie, Nurdiningsih, Monica, Ninig Kurnia, Ernawati, Nuraisah) (79 menit)
Darah Pendekar (1991) (Bacharoem Halilintar) (Tonny Hidayat, Raymond Rambing, Ira Mambo, John Isnandar, Jamal Jentak, Syamsuri Kaempuan, Atin Martino, Nining, Rio Thamrin, Arthur Tobing, Jack Wayan) (77 menit)
Dari Pintu ke Pintu (1991) (B.Z. Kadaryono) (Nurul Arifin, Basuki, Lina Budiarty, Hendra Cipta, Illa Doth, Usman Effendy, Darto Helm, Tien Kadaryono, W.D. Mochtar, Leo Shonarma, Timbul, Hengky Tornando)
Daun di atas Bantal (1998) (Garin Nugroho) (Christine Hakim, Sarah Azhari, Deni Christantra, Kancil, Heru, Sugeng, Kabri Wali) (83 menit)
Demi Cinta Belahlah Dadaku (1991) (Nasri Cheppy) (Nurul Arifin, Imuda, Ade Irawan, Alex Manopo, W.D. Mochtar, Hari Mukti, Pak Tile)
Dewi Angin Angin (1994) (Ackyl Anwari) (Inneke Koesherawati, Chris Michael, Murti Sari Dewi, W.D. Mochtar, Piet Pagau, Gitty Srinita, Asep Bima, Yoshep Hungan, Ridwan Madhi, Sunarti Soewandhi)
Di Balik Pelukan Laki-Laki (1999) (Abdul Razak) (Ayu Lestari, Windy Chindyana, Lela Anggraini, Sally Marcellina) (78 menit)
Di Sana Senang Di Sini Senang (1990) (Maman Firmansjah) (Yati Octavia, Illa Doth, Hengky Tornado, Rudy Djamil, Tina Melinda, H.I.M. Damsyik, Kang Ibing, S. Parya, Leo Shonarma, Aom Kusman, Rachmat Hidayat, Suryana Fatah) (96 menit)
Diskotik D.J. (1990) (Sudjana Budiana) (Debby Cynthia Dewi, George Rudy, Johnny Indo, Anen Wijaya, Yenny Farida, Dhany Firdaus, Heru Sutanto, Widyaningsih, Ali Albar, Endang Hidayat, Dahono, Sigit Subangun) (80 menit)
Dongeng Kancil untuk Kemerdekaan (1995) (Garin Nugroho) (Kancil, Topo, Sugeng, Hata)
Double Crosser (1990) (Arizal) (Peter O’Brian, Kiki Amir, Didier A. Hamel, Ricki Hosada, Gino Makasutji, August Melasz, Priscilia Patsy, Robby Sutara) (88 menit)
Dua Kekasih (1990) (Satmowi Atmowiloto) (Paramitha Rusady, Donny Damara, Ayu Azhari, Leroy Osmani, Nani Widjaja, Pietradjaja Boernama, Desy Ratnasari, Ronny Burnama, Linda Leman, Adisoerya Abdi, Anton Indracaya) (94 menit)
F
Fatahillah (1997) (Imam Tantowi, Chaerul Umam) (Igo Ilham, Robert Santoso, Yuni Sulistyowati, Amak Baldjun, Linda Djatmika, Aspar Paturusi, Abdi Wiyono) (120 menit)
G
Gadis Metropolis (1991) (Bobby Sandy) (Sally Marcellina, Inneke Koesherawati, Febby Lawrence, Alex Kembar, James Sahertian, Baby Zelvia, Gugun Benget, Pietrajaya Burnama, Piet Pagau, Luthi Tambayong, Teddy Mala) (86 menit)
Gadis Metropolis 2 (1995) (Bobby Sandy) (Inneke Koesherawati, Febby Lawrence, Windy Chindyana, Taffana Dewi, Jogi Jogari, Lela Anggraini, Hudi Prayogo, Piet Pagau, Gugun Benget, Yuni Arso, Steven Sakari, Benny Gunawan) (90 menit)
Gairah Malam (1993) (S.A. Karim) (Devi Permatasari, Ariel Prakasa, Adam Jordan, Malfin Shayna, S. Naryo Hadi, Lastri, Cindy Lasut) (60 menit)
Gairah Malam II (1995) (Steady Rimba) (Malfin Shayna, Taffana Dewi, Eddy Chaniago, Chairil J.M) (73 menit)
Gaun Merah (1994) (H. Tjut Jalil) (Yohana Alexandra, Lela Anggraini, Richard Esl, Emri Margono, Nanung, Simon P.S., Rosalina, Rizal Siregar, Heru Sutanto, Teguh Yulianto)
Gema Kampus 66 (1991) (Nico Pelamonia) (Ariessa Suryo, Nurul Arifin, Deddy Mizwar, Cok Simbara, Sjaeful Anwar, Lina Budiarti, Eka Gandar, Johan Mardjono, Didi Petet, Nani Sumarni, Anna Tairas, Sis Triaji, Diana Yusuf)
Godaan Cinta (1994) (Atok Suharto) (Malfin Shayna, Gitty Srinita, Windy Chindyana, Rara Azis, Andy Jufri, Simon P.S., Rizal Siregar, Teguh Yulianto) (60 menit)
Godaan Membara (1994) (Dhany Firdaus) (Aldona, Sally Marcellina, Sonny Dewantara, Pietrajaya Burnama, Ronny Burnama, Dhany Firdaus, Welda Hidayat, Komalasari, Gino Makasutji, Adang Mansyur, Piet Pagau, Alex P., Malfin Shayna, Boy Sono) (86 menit)
Godaan Perempuan Halus (1993) (Jopi Burnama) (Sally Marcellina, Rina Hasyim, Piet Burnama, Rendhy Recky, Kusno Sudjarwadi) (52 menit)
Guntur Tengah Malam (1990) (A. Rachman) (Desy Ratnasari, Alba Fuad, Johan Saimima, Alfian, Yenny Farida, Umar Bani, Nawan Djuanda, Herman Pero, Roni S., Hendro Tangkilisan) (81 menit)
H
Harta Karun (1991) (Lukmantoro D.S.) (1991) (George Rudy, Rani Soranaya, Baby Zelvia, Lina Budiarti, Anen Wijaya, Dahono, El Koesno)
Hukuman Zinah (1999) (Emil G. Hampp) (Ibra Azhari, Windy Chindyana, Feby Lawrence) (60 menit)
I
Ikut-Ikutan (1990) (Deddy Armand) (Ayu Azhari, Kiki Fatmala, Doyok, Kadir, Robert Syarif, Fuad Alkatiri, Nani Widjaja, Mathias Agus, H.I.M. Damsyik, Zul Bahar, Simon PS, Maris Dolok, Ade Yulia, Nyoman Ayu Lenora, Tarzan) (82 menit)
Ini Rindu (1991) (Maman Firmansyah) (Farid Hardja, Ari Wibowo, Anna Valiana, Fuad Alkhar, Diding Boneng, Ayu Lestari, Boy Sono)
J
Jaka Swara (1990) (Darto Joned) (Rhoma Irama, Camelia Malik, Piet Pagau, Gino Makasutji, Ade Irawan, Simon Cader, M.E. Zainuddin, Ferry Octora) (109 menit)
Jaka Tuak (1990) (S.A. KArim) (Barry Prima, Niena Karina, Yoshep Hungan, Rudy Wahab, Dina Diana, Evie Susanto, Edie S. Jonathan, Wingky Haroen, S. Naryo Hadi, Belkiez Rachman, Benny Burnama, Sudarmi Suyadi, Buang Watari, Tanase, Iskandar) (81 menit)
Jalan Membara (1994) (Dede Yusuf) (Bucek Depp, Dede Yusuf, Rahayu Effendi, Robert Syarif)
Jampang (1990) (M. Abnar Romly) (Barry Prima, Manan Dipa, Hassan DOllar, Yoshep Hungan, Edy S. Jonahthan, Nina Karina, Christy Arnie Kasidi, Hasan Merion, Johan Moosdijk, Rudy Wahab) (90 menit)
Jampang II (1990) (S.A. Karim) (Barry Prima, Wingky Haroen, Ayu Lestari, Benny Burnama, Hassan Dollar, Yoshep Hungan, Budi Purboyo, Evie Susanto, Edy S. Jonathan, Rudy Wahab)
Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990) (Deddy Armand) (Ray Sahetapy, Lidya Kandou, Ida Kusumah, Nurul Arifin, Baby Zelvia, Deddy Mizwar, Henky Solaiman, Kadir, Doyok, Zainal Abidin, Pitrajaya Burnama, Paul Polii, Lina Budiarti, Mandra, Gitty Srinita, Pak Tile) (91 menit)
Jangan Renggut Cintaku (1990) (Nurhadie Irawan) (Mathias Muchus, Cok Simbara, Rachman Arge, Connie Sutedja, A.M. Mochtar, Leroy Osmani, Hasan Kuba, Meggie Woworuntu, Ani Hidayat, Rusdarah, Teddu Mala, Tadjudin Manda, Deddy Mizwar) (91 menit)
Jaringan Tabu (1996) (Prawoto S. Rahardjo) (Barry Prima, Anne J. Cotto, Diaz Astiza, Alex Dirjosaputro, Golden Kasmara, Luis Palbo, Adi Rizaldi) (80 menit)
Joe Turun ke Desa (1990) (Chaerul Umam) (Desy Ratnasari, Didi Petet, Meriam Bellina, Sylvana Herman, Donny Damara, James Lapian, Leroy Osmani, Dahlia, A. Nugraha, Icang Zaini, Abduh Mursid, Henky Solaiman, Dedeh Rukiah, Ronny Burnama, Linda Leman, Ade Ashari) (94 menit)
Jual Tampang (1990) (Eddy D. Iskandar) (Desy Ratnasari, Deddy Mizwar, Minati Atmanegara, Yan Tarmizi, Rachmat Hidayat, Uyun Suryana, Kusye, Rudy Djamil, Us Us, Yetty Syarifah, Ujang Rukmana, Suryana Fattah, Aom Kusman, Restu Safitri, Us Tiarsa) (84 menit)
Jurus Dewa Kobra (1994) (S.A. Karim) (Barry Prima, Corry D.D.A., Yohana Alexandra, Edy S. Jonathan, Ken Sukendro, Mansyur Syahdan)
Jurus-Jurus Sakti (1991) (Bacharoem Halilintar) (Raymond Rambing, Ira Mambo, Tonny Hidayat, Atin Martino, Jamal Jentak, Syamsuri Kaempuan, Sudarminto, Johnny Anwar, Rajab Lasanuddin, Das Saputra, Rio Thamrin, Arthur Tobing, Jack Wayan)
K
Kabut Asmara (1994) (Torro Margens) (Hudi Prayogo, Kiki Fatmala, Mathias Agus, Asa Arsini, John Isnandar, Turino Junaidy, Johnny Kane, Uphie Priharti, Deddy Rizaldi, Sukdev Singh, Sukarsih) (88 menit)
Kamandaka (1991) (M. Abnar Romli) (Barry Prima, Lam Ting, Gitty Srinita, Yuni Arso, Lahardo, Eddy Marthias, Robert Santoso, Eddy Ss, Rudy Wahab, Ade Yulia)
Kanan Kiri OK III (1990) (Deddy Armand) (Ida Iasha, Ray Sahetapy, Nurul Arifin, Zainal Abidin, Doyok, Kadir, Dien Novita, Johnny Kane, Pak Tile, Diding Boneng, Eko Deye) (81 menit)
Kembalinya Si Janda Kembang (1992) (Sisworo Gautama) (Sally Marcellina, Ibrahim Azhari, H.I.M. Damsyik, Eddy Gunawan, Adysta Ratih, Diana Dewi, Netta Sri Suprapti, Nyoman Ayu Lenora) (92 menit)
Kenikmatan Tabu (1994) (Ackyl Anwari) (Kiki Fatmala, Inneke Koesherawati, Lela Anggarini, Teguh Yulianto, Debby Caroline, Connie Constantia, Hudi Prayogo, Roby Sutara, Rudy Wahab) (80 menit)
Ketika Dia Pergi (1990) (Buce Malawu) (Asrul Zulmi, Nungki Kusumastuti, W.D. Mochtar, Arie Sandjaja, Ras Barkah, Dhalia, Afrizal Anoda) (89 menit)
Ketika Senyummu Hadir (1991) (Sophan Sophiaan) (Debby Cinthya Dewi, Dina Lorenza, Ratna Riantiarno, Uci Bing Slamet, Frans Tumbuan, Zainal Abidin, Nani Widjaja, F. Sukowati, Vivi Samodro, Sandy Taroreh, Fajar Surahman, Billy Chong, Simon P.S.)
Komar Si Glen Kemon Mudik (1990) (Eddy D. Iskandar) (Sena A. Utoyo, Desy Ratnasari, Ade Irawan, Illa Doth, Rachmat Hidayat, Kang Ibing, Nani Widjaja, Tati Heriyati, Salim Rachot) (101 menit)
Kuberikan Segalanya (1992) (Galeb Husein) (Nihayah Abubakar, Rano Karno, Paramitha Rusady, Deddy Mizwar, Clara Sinta, H.I.M. Damsjik, Anwar Fuady, Gito Gilas) (112 menit)
Kuldesak (1998) (Riri Reza, Nan Achnas, Mira Lesmana, Rizal Mantovani) (Oppie Andaresta, Bianca Adinegoro, Wong Aksan, Ryan Hidayat, Sophia Latjuba, Bucek Depp, Dik Doank, Unique Priscilla) (110 menit)
L
Lady Dragon (1992) (David Worth) (Cynthia Rothrock, Richard Norton, Robert Ginty, Bella Esperance, Hengky Tornado, Thomas Forcher, Pitrajaya Burnama, Advent Bangun, Diaz Tangkilisan, H.I.M. Damsyik, Henry Surento, Syarif Friant, Gino Makasutji, Tanaka, Anton Chaniago) (97 menit) (B. Inggris, B. Indonesia)
Lady Dragon 2 (1993) (David Worth) (Cynthia Rothrock, Billy Drago, Sam J. Jones, George Stuart, George Rudy, Bella Esperance, Adisoerya Abdi, Mohammed, Chip Cooper, David Worth, Diaz Tangkilisan, Tanaka, Ana Seravati) (92 menit) (B. Inggris)
Lagu untuk Seruni (1991) (Labbes Widar) (Nia Zulkarnaen, Tio Pakusadewo, Asteria Dania Manggi, Cok Simbara, Yasni Aziz Wahab) (98 menit)
Lampiasan Nafsu (1996) (Emil G. Hampp) (Ibra Azhari, Febby Lawrence, Thea Novita, Reynaldi, Andy Susie) (78 menit)
Langit Kembali Biru (1990) (Dimas Haring, S. Dias Ximenes) (Sonia Dora Carrascalao, Ryan Hidayat, Maria Dacarmo Quintao, Mamiek Prakoso, Atje Wigoena, Domingoes Maia, Ruben Joao) (99 menit)
Langitku Rumahku (1990) (Slamet Rahardjo) (Banyubiru, Soenaryo, Pitrajaya Burnama, Yati Sunarjo, Andre Sentanu, M. Rienaldo Thamrin, Zainuddin Idris, Moch. Landing, Wijono Soewardjo, Zubaidah, Soeparmi, Ny. Soetjipto, Untung Slamet) (102 menit)
Lenong Rumpi (1991) (Yazman Yazid) (Harry de Fretes, Ira Wibowo, Debby Sahertian, Robby Tumewu, Jimmy Gideon, Era Gloria, Ade Libertifa) (99 menit)
Lenong Rumpi II (1992) (Yazman Yazid) (Debby Sahertian, Ira Wibowo, Titi Dwi Jayati, Robby Tumewu, Ade Libertifa, Harry de Fretes, Tata Dado) (89 menit)
Lima Harimau (1991) (Pietrajaya Burnama) (Elly Ermawati, Baron Hermanto, Arthur Kaunang, Jack Maland, Atin Martino, Jabol Mora, Piet Pagau, Risma Salmon, Luthi Tambayong)
Lupa Aturan Main (1991) (Agusti Tanjung) (Dono, Kasino, Indro, Intan Fully, Eva Arnaz, Fortunella, Leo Adi Slamet, Henky Solaiman, Diding Zeta, Yenny Farida, Illa Doth, Emri Margono, Heru Sutanto, Nanang Durachman, Rini S. Bono, Etty Murni Wati, Yolanda) (72 menit)
Lupus IV. Anak Mami Sudah Besar (1990) (Deddy Armand) (Ryan Hidayat, Paramitha Rusady, Firda Razak, Nike Ardilla, Agyl Syahriar, DOddy Priambodo, Tatiek Wardiono, Norman Muchsin, Henky Solaiman, Zainal Abidin, James Sahertian, Paul Polii) (94 menit)
Lupus V: Iih,, Syereem! (1991) (Achiel Nasrun) (Ryan Hidayat, Firda Razak, Conny Nurlita, Anwar Fuady, Pak Tile, Tatiek Wardiono) (84 menit)
M
Macho (1994) (Tommy Burnama, Emil G. Hampp) (Barry Prima, Aldona, Tommy Burnama, Sonny Dewantara, Chairil J.M., Essy Malissa, Reynaldi, Ken Sukendro, Ivec Vinski)
Makelar Kodok Untung Besar (1990) (Tim Rapi Film) (Paramitha Rusady, Afrizal Anoda, Ida Kusumah, Subarkah, Diding Boneng, Gugun Benget, Tangkilisan, Hendro, Dorman Borisman, S.Roni) (76 menit)
Makhluk dari Kubur (1991) (S.A. Karim) (Hendra Cipta, Lela Anggraini, Eddy Riwanto, Kusno Sudjarwadi, Rina Hasyim, Idjah Bomber, Muni Cader, Jack Maland, Mang Diman, Illa Doth, Yenny Farida, Umar Hasby, TIen Kadaryono, Kosim, Dyne Puspita, Rengga Takengon)
Mana Bisa Tahan (1990) (Agusti Tanjung) (Dono, Kasino, Indro, Sally Marcelina, Nurul Arifin, Pitrajaya Burnama, Zainal Abidin, Nyoman Ayu Lenora, Diding Zeta) (80 menit)
Masuk Kena Keluar Kena (1992) (Arizal) (Dono, Kasino, Indro, Fortunella, Kiki Fatmala, Sally Marcelina, Simon Pesas, Pak Tile, Diding Boneng, Robert Syarif) (88 menit)
Membakar Gairah (1994) (Golden Kasmara) (Barry Prima, Deby Carol, Alex Dirjosaputro, Golden Kasmara, Megi Megawati, Luis Palbo) (71 menit)
Menerjang Prahara di Komodo (1991) (Tommy Burnama) (Edwin Lerrick, Alba Fuad, Nizar Zulmi, Uci Bing Slamet, Johan Saimima, Rani Soraya, Ayu Yohana, Atin Martino, Wenny Rosaline, Yani Timoer)
Misteri Cinta (1999) (Aramantono) (Febby Lawrence, Malfin Shayna)
Misteri dari Gunung Merapi (1990) (Liliek Sudjio) (Farida Pasha, Fendy Pradana, Syarief Friant, Rina Hasyim, Baron Hermanto, Ida Iasha, Piet Pagau, Yurike Prastica, Eddy S. Santoso, E.K. Soemadinata, Ktut Suwita, Asrul Zulmi) (106 menit)
Misteri Janda Kembang (1991) (H. Tjut Djalil) (Sally Marcellina, Emri Margono, Teddy Frangi Suluri, H.I.M. Damsyik, Simon P.S., Fujiyanti) (86 menit)
Misteri Kebun Tebu (1997) (Joko Supriyono) (Wawan Wanisar, Devi Ivonne, Linda Latief, Rina Martina, Chichi, Sisca Ratulangie, Luciana Gress, Denny Sumlang, Hengky Siregar, Candra Sundawa) (83 menit)
Misteri Ronggeng (1991) (Loekmantoro D.S.) (George Rudy, Inneke Koesherawati, Johnny Anwar, Dahono, Yenny Farida, Johhny Indo, Eva Chitra Rosalina, Rio Ruanda, Anen Wijaya)
Misteri Wanita Berdarah Dingin (1994) (Fay Tobing) (Malfin Shayna, Reynaldi) (70 menit)
Mumpung Ada Kesempatan (1993) (Ayu Azhari, Cut Keke, Doyok Sudarmadji, Tarsan, Kadir, Susy Bolle, John Iskandar, M. Amin, Marno Kasno, Sarah Rubiyandi) (85 menit)
N
Nada dan Dakwah (1991) (Chaerul Umam) (Rhoma Irama, Ida Iasha, K.H. Zainuddin M.Z., Deddy Mizwar, Nani Widjaja, Zainal Abidin, W.D. Mochtar) (94 menit)
Nanti Kapan-Kapan, Sayang (1990) (Asrul Sani) (Dewi Yull, Eva Rosdiana Dewi, Dwi Yan, Roni Tripoli, Eeng Saptahadi, S. Wiwiek, Sigit Hardadi, Suwito, Wally Emel, Listiani, Sudiono, Kemal Ikhwan, Arhadita) (93 menit)
O
Oeroeg (1993) (Indonesia/ Belgia/ Belanda) (Hans Hylkema) (Jeroen Krabbe, Rik Launspach, Martin Schwab, Ramelan Bekkema, Peter Faber, Tom van Bauwel, Joris Putman, Francois Beukelaers, Tom Jansen, Jose Rizal Manua, Chris Tates, Marcel Musters, Patrick Kerkhof, Ayu Azhari, Marjon Brandsma, Paul Remko Miedema, Ivon Pelasula, Josee Ruiter, Adi Kurdi) (B. Belanda/ B. Indonesia) (114 menit)
Ojek (1991) (Atok Suharto) (Ayu Azhari, Eeng Saptahadi, Urip Arpan, Anita Margareth, Connie Sutedja, Nazar Amir, Lina Budiarty, Illa Doth, Suryana Fattah, Mama Hengky, Aom Kusman, Betet Machfud, Wenny Rosaline, Ronny M.Toha)
Olga dan Sepatu Roda (1992) (Achiel Nasrun) (Desy Ratnasari, Tino Karno, Ida Kusumah, Jack Malland, Mandra, Amy Priyono, Nike Ardilla, Alba Fuad, Etty Sumiati) (90 menit)
Oom Pasikom (1990) (Marselli) (Didi Petet, Lenny Marlina, Ferry Iskandar, Niniek L. Karim, Desy Ratnasari, Rachmat Hidayat, Ami Prijono, Mang Udel, Ida Kusumah) (84 menit)
P
Pagar Ayu (1990) (Satmowi Atmowiloto) (Paramitha Rusady, Rano Karno, Nurul Arifin, Donny Damara) (90 menit)
Panther (1995) (S.A. Karim) (Barry Prima, Malfin Shayna, Alex Dirjosaputro, Candy Satrio, Mia Miniarti, Sonny Dewantara, Viona Rosalina, Yoseph Hungan) (83 menit)
Pelangi di Nusa Laut (1992) (M.T. Risyaf) (Onky Alexander, Nurul Arifin, Harry Gedhe, Gito Gilas, Pit Gumilang, Rina Hasyim, Tino Karno, Dolly Martin, Anna Shirley) (90 menit)
Pencet Sana Pencet Sini (1994) (Agusti Tanjung) (Dono, Kasino, Indro, Didin Syamsuddin, Diding Zeta, Malfin Shayna, S. Parya, Sally Marcelina, Simon P.S., Taffana Dewi, Pak Tile, Tisna S. Brata, S. Wadhy, Yongky D.P) (70 menit)
Pengantin (1990) (Wim Umboh) (Tio Pakusadewo, Ari Wibowo, Dian Nitami, Sophia LAtjuba, Zainal Abidin, Afrizal Anoda, Pietrajaya Burnama, Tino Karno, Ida Kusumah, Ami Prijono, James Sahertian, Nani Widjaja) (85 menit)
Perangkap di Malam Gelap (1990) (Willy Wilianto) (Essie Louisiana, Nizar Zulmi, Johnny Indo, Cherry Ivonne, Sherly Sarita, Yana Diana, Mocha Achyar, Ruslan Basrie, Urip Arphan, Jamal Jentak, John Isnandar, Djoni Abdullah, Elviana Corbi, Djauhari Effendi, Johnny Anwar, Eddy Chandra) (80 menit)
Perawan Lembah Wilis (1992) (Tommy Burnama) (Barry Prima, Rara Azis, Wingky Haroen, Baron Hermanto, M. Keman, Rendy Recky, Ken Sukendro, Joek Wayan, Ayu Yohana) (95 menit)
Perwan Metropolitan (1991) (Ishaq Iskandar) (Rano Karno, Eva Arnaz, Eddy Riwanto, Nani Widjaja, Galeb Husein, B.Z. Kadaryono, Soendjoto Adibroto) (93 menit)
Perempuan Kedua (1990) (Ida Farida) (Widyawati, Sophan Sophiaan, Deddy Mizwar, Ida Iasha, Bella Esperance, Zainal Abidin, Novia Kolopaking, Laila Sari, S. Bono, Khalik Noor A. Nasutino, Harry Capri, Vivi Samodro, Henky Solaiman) (95 menit)
Pergaulan (1994) (Yonky Souhoka) (Sally Marcelina, Amoroso Katamsi, Dien Novita, F.X. Bambang, Welda Hidayat, Emmy Hussein, DIen NOvita, Simon P.S., Hanny Rosita)
Pergaulan Metropolis (1994) (H. Tjut Jalil) (Inneke Koesherawati, Malfin Shayna, Ferry Tanjung, Sofia W.D., Teguh Yulianto) (82 menit)
Pernikahan Berdarah (1990) (Torro Margens) (Zainal Abidin, Billy Chong, Raja Ema, Aznah Hamid, Sutopo H.S., Yoshep HUngan, Ida Kusumah, Dolly Martin, Gatot Subroto, Abdi Wiyono) (90 menit)
Perwira dan Ksatria (1991) (Norman Benny) (Dian Nitami, Dede Yusuf, Donny Damara, Lenny Marlina, Diah Permatasari, Rudy Salam, Doddy Sukma, Tatiek Mardiono) (104 menit)
Pesta (1991) (Marwan Alkatiri) (Ari Wibowo, Desy Ratnasari, Paramitha Rusady, Grantino Loloan, Chris Salam, Remy Sylado, Jeffry Woworuntu, Minati Atmanegara) (93 menit)
Plong (1991) (Putu Wijaya) (Cok Simbara, Tarida Gloria, Deddy Mizwar, Ade Irawan, Zaenal Abidin, Rina Hasyim, Georgina Supit, Muni Cader, Nilasarai, Amak Baldjun) (102 menit)
Potret (1991) (Buce Malawau) (Rachmat Hidayat, Nani Somanegara, Ully Artha, Gusti Randa, Asrul Zulmi, Nani Vidia, Mega Sylvia, Aty Cancer, Zein Yoga Pratama) (1991) (99 menit)
R
Rage and Honor (1993) (Indonesia/ Amerika Serikat) (Guy Norris) (Cynthia Rothrock, RIchard Norton, Patrick Muldoon, Frans Tumbuan, Ron Vreeken, John J. Soucy, Tanaka, Yenny Farida, Daniel Cobb, Donald Paul Femrick, Don Balfour, Graham Stumpf, Glenn Ruehland, John Melfi) (98 menit) (B. Inggris, B. Indonesia)
Rahasia Patukan Cobra (1990) (Willy Wilianto) (Nizar Zulmi, Tino Karno, Eddy S. Santoso, Dolf Damora, Mad Ali, Johny Anwar, John Isnandar, Karyanto, Bambang Priyawan, Ronny Sundah, Berlin Tambunan, Yulian)
Ranjang Pemikat (1999) (Pietrajaya Burnama) (Sally Marcelina)
Ranjang yang Ternoda (1994) (Norman Benny) (Inneke Koesherawati, Gitty Srinita, Dicky Wahyudi, Hendro Tangkilisan) (74 menit)
Ramadhan dan Ramona (1992) (Chaerul Umam) (Lydia Kandou, Djamal Mirdad, Amak Baldjun, Sylvana Herman, Ami Prijono, Leroy Osmani, Vini Alvionita, Tuty S., Hengky Solaiman) (87 menit)
Ratapan Anak Tiri III (1990) (Sandy Suwardi Hassan) (Faradilla Sandy, Tyas Wahono, Nani Widjaja, Yetti Sardjio, Bagus Santoso, Firda Razak, Henky Solaiman, Ibnu Adam Sandy, Aulia Hussein, Maya, Fadly, Sri WIgati, Cholik Syahmari, M. Yusuf) (97 menit)
Rebo dan Robby (1990) (Ucik Supra) (Didi Petet, Georgiana Supit, Anna Shirley, Btari Karlinda, Onky Alexander, Zainal Abidin, Rina Lidia Rawit, Mang Udel, H.I.M. Damsyik, Advent Bangun, Arie Sandjaja, Mila Karmila, Letty Jamal, Robert Galah) (85 menit)
Ricky (1990) (Achiel Nasrun) (Nike Ardilla, Ryan Hidayat, Fortunella, Frans Tumbuan, Rachmat Hidayat, Nani Widjaja, Lucy Dahlia, Ida Kusumah, Toyibah, Andreas Pancarian, Agyl Syahriar, Ade Giuliano, James Sahertian, Rudy Djamil, Yetty Syarifah) (84 menit)
Rini Tomboy (1991) (Nato Bagaskoro) (Tio Pakusadewo, Nunu Datau, Cornelia Agatha, Adjie Massaid, Deden Chevy, Ninette Nasya, Hendry Hendarto, Andre Ridwan, Derry Laksmana, Inneke Koesherawati, Febby Lawrence, Ari Juharson, Arman Effendy, Rio Thamrin, Titi Dwi Jayati) (99 menit)
Rio Sang Juara (1991) (Muchlis Raya) (Sophia Latjuba, Ayo Azhari, Hengky Tornando, Zainal Abidin, W.D. Mochtar, Billy Chong, Yoshep Hungan, Nurhuda, Robert Santoso, Tanaka) (90 menit)
Roda-Roda Asmara di Bukit Sentul (1994) (Norman Benny) (Inneke Koesherawati, Alvin Bahar, Febby Lawrence, Achmad Yusuf) (64 menit)
S
Salah Masuk (1992) (Arizal) (Dono, Kasino, Indro, Fortunella, Tarida Gloria, Anton Indracaya, Gitty Srinita, Angel D. Memah, Pak Tile, Simon P.S., Simon Wood) (88 menit)
Salah Pencet (1992) (Arizal) (Kiki Fatmala, Doyok, Kadir, Fuad Alkhar, Diah Permatasari, Tarida Gloria, H.I.M. Damsyik, Inneke Koesherawati) (90 menit)
Saur Sepuh III. Kembang Gunung Lawu (1990) (Imam Tantowi) (Murti Sari Dewi, Elly Ermawati, Yoshep Hungan, Fendy Pradana, Anneke Putri, Candy Satrio, Lamting, Hengky Tornando) (95 menit)
Saur Sepuh IV. Titisan Darah Biru (1991) (Imam Tantowi) (Denny Prolem, Devi Permatasari, Candy Satrio, Agus Kuncoro, Anneke Putri, Rita Zahara, Baron Achmadi) (89 menit)
Saur Sepuh V. Istana Atap Langit (1992) (Torro Margens) (Murti Sari Dewi, Fendy Pradana, Elly Ermawatie, Candy Satrio, Golden Casmara, Hans Wanaghi, Agus Kuncoro, Baron Hermanto, Lamting, Yoseph Hungan, Bambang Setiawan, Ken Sukendro, Gito Gilas, Fitria Anwar) (79 menit)
Saya Duluan Dong (1994) (Arizal) (Dono, Kasino, Indro, Diah Permatasari, Gitty Srinita, H.I.M. Damsyik, Ike Rachmawati, Inggrid Kansil, Rara Aziz, Simon P.S.) (83 menit)
Sekretaris (1990) (Firman Triyadi) (Ria Irawan, Rano Karno, Nur Albania, Bucek Depp, Zainal Abidin, Eeng Saptahadi, Ida Kusumah, Yosef Ginting, Sigit Hardadi, Mien Brodjo, Lina Budiarti, Nyoman Ayu Lenora) (93 menit)
Selembut Wajah Anggun (1992) (Aldisar Sjafar) (Paramitha Rusady, Rano Karno, Ayu Azhari, Nani Somanegara, H.I.M. Damsyik, Ami Prijono) (92 menit)
Selingkuh (1996) (Emil G. Hampp) (Febby Lawrence, Alex Dirjosaputro, Reynaldi, Diaz Astiza) (71 menit)
Selir Adipati Gendra Sakti (1991) (H. Tjut Djalil) (Lela Anggraini, Dolly Martin, Jack Maland, Mandra, Emri Margon, Aries Mukadi, E.K. Soemadinata, Heru Sutanto, Hesti Syani)
Selir Durgaratih III (1994) (Willy Wilianto) (Lela Anggraini, Eddy Chaniago, Febby Lawrence, Mandra, Ferry Sahertian, Frans Kairupan, Jamal Jentak, Bagoes Z. Galistan, Alex Pangabali, Rizali) (84 menit)
Sepondok Dua Cinta (1990) (M.T. Risjaf) (Didi Petet, Marissa Haque, Eva Arnaz, Ikang Fawzi, Ida Kusumah, Anwar Fuady, Yudhi A.S., Anis Chan) (87 menit)
Sesal (1994) (Sophan Sophiaan) (Widyawati, Sophan Sophiaan, Frans Tumbuan, Rima Melati, Roy Karyadi, Teuku Ryan Rezky, Marina A. Hussain, Ami Priyono, Risnawati Saddak)
Setetes Noda Manis (1994) (Motinggo Boesje) (Inneke Koesherawati, Reynaldi, Zainal Abidi, Ade Faizal, Fracisca, Hendro Tangkilisan, Ida Kusumah, Mien Brodjo, Sabar P. Syarief) (82 menit)
Setulus Nurani Perempuan (1994) (Johan Saimima, Yulia Adhi Irawan, Ade Irawan, Cherry Ivonne, Kendah Mandesa Putra, Willy Wilianto, Dea Yunita, Ruslan Basrie, Telly Hendriana)
Si Kabayan Cari Jodoh (1994) (Maman Firmansjah) (Didi Petet, Desy Ratnasari, Eddy S. Jonathan, Novi Gawatini, Shanty Cameron, Sena A. Utoyo, S. Naryo Hadi, Rachmat Hidayat, Royadi Sidik, Tatty Rodiah, Torro Margens, Tothok Harry Respati) (85 menit)
Si Kabayan dan Anak Jin (1991) (Eddy D. Iskandar) (Didi Petet, Nike Ardilla, Sena A. Utoyo, Moortri Purnomo, Regi Reygusta, Ninda, Yetty Syarifah, Jef Elva Koswara, Rachmat Hidayat, Salim Bungsu, Azwar A.N., Ade Harun, Nia Harun, Tatty Rodiah, Denny Rachmat Hidayat) (95 menit)
Si Kabayan Saba Metropolitan (1992) (Maman Firmansyah) (Didi Petet, Nike Ardilla, Ayu Lestari, Rachmat Hidayat, Tatty Rodiah, Benyamin S., Mercy Marsita, Lina Budiarti, Ida Kusumah, Joescano Jusuph, Bram M. Darmaprawira, Jef E. Koswara) (94 menit)
Si Rawing (1991) (Denny H.W.) (Beta Alamanda, Yunita Sarah Boom, Tisna S. Brata, Djohan Djenahan, Bachtiar Gomba, Dadeng Herang, Yoshep Hungan, Ferry Iskandar, Wenny Rosaline, Donny Sabella, Rita Sheba, E.K. Soemadinata, Yunus Takara, Janur Ulung) (78 menit)
Si Rawing II (1993) (Tommy Burnama) (Barry Prima, Yurike Prastika, Wingky Haroen, Fahmi Bo, Yoshep Hungan, Ferry Iskandar, Sinta Naviri, Yurike Prastica, Hengky Siregar, Christine Terry) (78 menit)
Soerabaia 45 (1990) (Imam Tantowi) (Nyoman Swadayani, Sasetyo Wilutomo, Leo Kristi, Juari Sanjaya, Usman Effendy, Tuty Kusnandar) (123 menit)
Sri (1999) (Marselli Sumarno) (Rini Ariyanti, Sardono W. Kusumo, R.M.T. Ronosuripto, Ninek L. Kariem) (102 menit)
Srigala Jalanan (1990) (Dhany Firdaus) (George Rudy, Debby Chyntia Dewi, Ali Akbar, Suci Leonita, Sigit Subangun, Anen Wijaya, Fieke Agus, Dhany Firdaus, Herman Permana, Agus Sucahyo, Heru Sutanto, Sunaryo Yakso)
Suami, Istri, Kekasih (1994) (Achiel Nasrun) (Ayu Azhari, Ryan Hidayat, Inneke Koesherawati, Piet Pagau, Susi Adella, Lingga Tenggara, Linda, Niken)
Suamiku Sayang (1990) (Hengky Solaiman) (Rano Karno, Eva Arnaz, Rachmat Hidayat, Ayu Lestari, Yurike Prastika, Ully Artha, Wawan Wanisar, Sena A. Utoyo, Desy Ratnasari, Salim Bungsu, Diding Boneng) (93 menit)
Sudah Pasti Tahan (1991) (Agusti Tanjung) (Dono, Kasino, Indro, Sally Marcellina, Nurul Arifin, Fortunella, Sherly Malinton, Salim Alkatiri, Angel D. Memah, Lydia Febriani, Pipi Agusta, Yenny Farida, Diding Zeta, Anton Indracaya, Pak Tile, Illa Doth, Simon P.S., Yunita Sara) (74 menit)
Surat Untuk Bidadari (1994) (Garin Nugroho) (Nurul Arifin, Windy, Hotalili, Fuad Idris, Ibrahim Ibnu, Monica Oemardi, Jajang C. Noer, Adi Kurdi, Viva Westi) (116 menit)
Suromenggolo (1991) (Dasri Jacob) (Fendy Pradana, Gitty Srinita, Yan Bastian, Chairil J.M, Kitty Kartino, Benny G. Rahardja, Kies Slamet, Sunaryo Yakso)
Susuk Nyi Roro Kidul (1999) (Azwar An) (Sally Marcellina, Ayu Yohana, Windy Chindyana) (89 menit)
T
Tahu Beres (1993) (Arizal) (Kadir, Doyok Sudarmadji, Robert Syarif, Nani Widjaya, Mathias Agus, Yayik Artikandi) (91 menit)
Takkan Lari Jodoh Dikejar (1990) (Frank Rorimpandey) (Nia Harun, Ade Harun, Eeng Saptahadi, Eva Arnaz, Deddy Mizwar, Yetty Syarifah, Leila Monica, Rinrin, Sigit Hardadi, Daisy Tisnabrata, Usman Effendy, Stephen Budirman, Wenny Rosaline, Tini Budiman, Wulansari Matulessy, Herry Konda) (89 menit)
Taksi (1990) (Arifin C. Noer) (Rano Karno, Meriam Bellina, Nani Widjaja, Charlie Sahetapy, Dorman Borisman, Henky Solaiman) (90 menit)
Taksi Juga (1991) (Eddy Suhendro) (Meriam Bellina, Onky Alexander, Rano Karno, Ayu Azhari, Rachmat Hidayat, Melati Rahma, Sophia Latjuba, Firda Razak Kussler, Pietrajaya Burnama, Mangara Siahaan, Ida Kusumah, Lina Budiarti, Tarida Gloria, Aty Cancer Zein, Ananto Widodo, Kris Prakoso) (105 menit)
Tarzan Penunggu Harta Karun (1990) (M. Abnar Romly) (Barry Prima, Lely Sagita, Yoshep Hungan, Panji Dharma, Bachtiar Gomba, Edy S. Jonathan, Hasan Merion, Budi Purboyo, Leily Sagita, Evie Susanto, Rudy Wahab)
Tembok Derita (1990) (Henry Leo) (Johnny Indo, Vera Prizella, Dolly Martin, El Koesno, Johnny Iskandar, Edwin Lerrick, Tua Raja Siahaan, Ratu Denok, Lisa Susanti, Elviana Corbi, Atin Martino, Nizar Zulmi, Das Saputra, Syamsuri Kaempuan, Arthur Tobing, Sherly Sarita) (87 menit)
Tongkat Sakti Puspanaga (1990) (Agus Noor Ismail) (Johnny Indo, Eva Chitra Rosalina, Atin Martino, Jamal Jentak, Macha Achyar, Tua Raja Siahaan, Rio Thamrin, Arthur Tobing, Tanaka, M. Asmara, Johnny Anwar) (83 menit)
Tropic of Emerald (1997) (Belgia/ Indonesia/ Belanda) (Orlouw Seinke) (Pierre Bokma, Esmee de la Bretoniere, Christine Hakim, Bram van der Vlught, Frans Tumbuan, Jose Rizal Manua, Piet Kamerman, Hiromi Tojo, Tio Djarot, Elske Falkena, Ivan F. Aldino, H.I.M. Damsyik, Jajang Pamontjak) (120 menit) (B. Belanda/ B. Indonesia)
Turangga (1990) (Eddy Sajoedi) (Pong Hardjatmo, El Manik, Firdha Razak, W.D. Mochtar, Ully Artha, Citra Dewi, Herman Ngantuk, Ratna Djuwita, Rudy Hartono, Yulianto Ponco B., Joemali Jindra, Teddy Mala, Waras Reyza, Dwi Ratna Sari, Rengga Takengon, Djoko Warok)
Tutur Tinular II. Naga Puspa Kresna (1991) (Abdul Kadir Prawoto) (Linda Yanoman, Hans Wanaghi, Rd. Mochtar, Baron Hermanto, Okky Irwina Savitri, Ratih Widyawati S., Anto Chaniago, Lela Anggarini, Suparmi, Wimma Sumbogo, Sutopo H.S., Afrizal Anoda, Kies Slamet, Asep Bima, Christine Terry, Sjaeful Anwar) (84 menit)
Tutur Tinular III. Pendekar Syair Berdarah (1992) (Prawoto S. Rahardjo) (Murti Sari Dewi, Sandy Nayoan, Baron Hermanto, Wingky Harun, Sawung Sembadha, Devi Permatasari, Deddy Sutomo, Amin Ansari, Wenda Wijaya, Golden Casmara, Torro Margens, Intan Fully) (79 menit)
Tutur Tinular IV. Mendung Bergulung di atas Majapahit (1994) (Joppie Burnama) (Murti Sari Dewi, Benny G. Rahardja, Remy Sylado, Hesty Syani, Fitria Anwar, Baron Hermanto, Agyl Shahriar, Sawung Sembadha, Devi Permatasari, Eddy Susanto, Retno Kusumo, Tanase, Anna Setyawaty) (79 menit)
W
Walet Merah (1995) (S.A. Karim) (Barry Prima, Devi Permatasari, Yunita Sarah Boom, Yosef Hungan, Dolf Damora, Yacob Essad, Christine Terry, Wenda Wijaya) (78 menit)
Wanita (1990) (Adisoerya Abdy) (Meriam Bellina, Mathias Muchus, Mustafa Jackson, Zainal Abidin, Herman Felani, Jack Maland, Nandya Natjasia, Ader Rahmah, Sigit Subangon, Dodo Sudirgo, Tyas Wahono)
Wanita Dalam Gairah (1994) (H. Tjut Djalil) (Inneke Koesherawati, Rara Azis, J.M. Andy, Shanty Cameron, Baron Ahmadi, Heru Sutanto) (57 menit)
Warisan Terlarang (1990) (Abdul Kadir) (Alba Fuad, Kang Ibing, Yatti Octavia, W.D. Mochtar, Johan Saimima, Ranieta Manopo, Anton Sumaidi, Piet Pagau, Lina Budiarty, Yetti Syarifah, Yenni T.S. Harapan, Anung Lesmana, N. Rano, Phirdhanie Reksa, K. Supranto)
Without Mercy (1995) (Indonesia/ Amerika Serikat) (Robert Chappel) (Frank Zagarino, Ayu Azhari, Martin Cove, Frans Tumbuan, Advent Bangun, Yosef Hungan, H.I.M. Damsyik, Anna M. Tarigan, Eddy Hansudi, John Honeyben, Silvia Sandiarin, Diaz Tangkilisan, Titi Suwarino, Jureck Kline, Peter Engholm) (90 menit) (B. Inggris/ B. Indonesia)
Y
Yang Tercinta (1991) (M.T. Risyaf) (Marissa Haque, Ikang Fawzi, Dolly Martin, Sophan Sophiaan, Minati Atmanegara, Widyawati, Soraya Haque, Rina HAsyim, Ekki Soekarno, Claudia Hidayat) (90 menit)
Z
Zig Zag (1991) (Putu Wijaya) (Dian Nitami, Jeffrey Waworuntu, Cok Simbara, Karina Suwandhi, Acub Zainal, August Melasz, Zainal Abidin, Dicky Zulkarnaen, Mieke Wijaya, Ida Kusumah, Viona Rosalina, Tarida Gloria, Rudi Djamil, Leroy Osmani) (94 menit)
Kembali ke :
Atau Lihat Juga
HARI INI (28 JULI) 1990an
POLITIK
1990 : Alberto Fujimori dilantik menjadi presiden Peru. Fujimori, seorang rektor yang juga sarjana fisika dan matematika, memenangkan pemilu dengan mengalahkan penulis terkenal Mario Vargas Llosa. Fujimori kemudian memangku jabatan ini untuk dua periode, dan – setelah memenangkan pemilihan umum untuk kali ketiga – dipaksa mundur karena berbagai skandal.
1993 : Andorra, negara kecil berpenduduk sekitar 84 ribu jiwa yang terletak di antara Catalan, Spanyol, dan Midi-Pyrenees, Prancis, resmi menjadi anggota PBB.
OLAHRAGA
1991 : Spanyol menjuarai Federation Cup untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Amerika Serikat 2-1 di Nottingham, Inggris. Duet Arantxa Sanchez Vicario dan Conchita Martinez Granados kemudian memenangkan tiga lagi Piala Federasi untuk Spanyol dan menjadi salah satu duet tersukses dalam sejarah Fed Cup. Dalam final tahun ini mereka mengalahkan tim Amerika yang terdiri dari Jennifer Capriati, Mary Joe Fernandez, Gigi Fernandez, dan Zina Garrison.
1991 : Miguel Indurain, pembalap Spanyol berusia 27 tahun dari tim Banesto, menjuarai Tour de France untuk pertama kalinya setelah unggul dengan selisih 3 menit 36 detik atas Gianni Bugno di klasemen akhir. Ini adalah gelar pertama Indurain, dia akan memenangkan empat gelar lagi berturut-turut setelah ini dan menjadi salah satu pembalap tersukses dalam sejarah Tour de France.
1994 : Menyusul memburuknya situasi finansial liga, para pemain Major League Baseball di Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka akan mogok mulai 12 Agustus 1994. Mogok ini akan berlangsung sampai dengan 12 April 1995 dan membatalkan seluruh rangkaian sisa liga untuk musim itu. Major League Baseball adalah liga olahraga profesional pertama di dunia yang terhenti di tengah jalan karena pemogokan pemain.
1997 : Peter Graf, ayah petenis nomor dua dunia saat itu, Steffi Graf, resmi masuk penjara. Peter Graf, yang perannya dalam karir Steffi sangat terkenal, telah berurusan dengan pengadilan karena kasus penggelapan pajak sejak tahun 1995 dan akhirnya terbukti bersalah serta dijatuhi hukuman 45 bulan penjara. Kasus ayahnya yang berkepanjangan ini – ditambah munculnya Martina Hingis dan pemain-pemain muda lain – berpengaruh cukup besar pada prestasi petenis wanita tersukses sepanjang sejarah itu. Sejak tahun 1997, Steffi hanya memenangkan 1 gelar grand slam dan akhirnya mundur dari dunia tennis pada tahun 2000.
MUSIK
Album & Single yang sedang menempati peringkat pertama di Billboard 200 Album & Billboard Hot 100 singles pada tanggal 28 Juli :

1990 : Please Hammer, Don’t Hurt ‘Em (M.C. Hammer) & She Ain’t Worth It (Glen Medeiros feat. Bobby Brown)

1991 : Unforgettable. With Love (Natalie Cole) & (Everything I Do) I Do It for You (Bryan Adams)

1992: Some Gave All (Billy Ray Cyrus) & Baby Got Back (Sir Mix-a-lot)

1993 : Zooropa (U2) & (I Can’t Help) Falling in Love with You

1994 : Lion King (Various Artists) & I Swear (All-4-One)

1995 : Pocahontas O.S.T (Various Artists) & Waterfalls (TLC)

1996 : It Was Written (Nas) & You’re Makin’ Me High (Toni Braxton)

1997 : Men in Black. The Album (Various Artists) & I’ll be Missing You (Puff Daddy feat. Faith Evans)

1998 : Armageddon O.S.T (Various Artists) & The Boy is Mine (Brandy & Monica)

1999 : Significant Other (Limp Bizkit) & Wild Wild West (Will Smith feat. Dru Hill & Kool Moe Dee)
FILM
Film yang sedang menjadi film terlaris tanggal 28 Juli di Amerika
1990 : Ghost (Jerry Zucker/ Paramount Pictures)
1991 : Terminator 2. Judgment Day (James Cameron/ Carolco Pictures, Lightstorm Ent., Le Studio Canal+, TriStar Pictures)
1992 : Mo’ Money (Peter McDonald & Damon Wayans/ Columbia Pictures)
1993 : Poetic Justice (John Singleton/ Columbia Pictures)
1994 : Forrest Gump (Robert Zemeckis/ Paramount Pictures)
1995 : Apollo 13 (Ron Howard/ Imagine Ent., Universal Pictures)
1996: A Time to Kill (Joel Schumacher/ Regency Enterprises, Warner Bros.)
1997 : Air Force One (Wolfgang Petersen/ Columbia Pictures, Buena Vista International)
1998 : Saving Private Ryan (Steven Spielberg/ Amblin Ent., Mutual Film Company, Paramount Pictures, DreamWorks)
1999 : The Haunting (Jan DeBont/ DreamWorks)
Kembali ke :
Atau Lihat Juga :
- MUSIK 1990an
- FILM 1990an
- HIBURAN 1990an
- SPORT 90an
- LIFESTYLE & FASHION 1990an
- SOSIAL POLITIK 1990an
- INDONESIA 1990an
HARI INI (27 Juli) 1990an
POLITIK
1990 : Belarus menyatakan kemerdekaannya dari Uni Soviet. Belarus menjadi bagian dari Uni Soviet sejak Pasukan Merah memasuki Minsk di tahun 1919 dan merupakan salah satu negara pertama yang terunifikasi ke dalam U.S.S.R.
1990 : Jamaat al Muslimeen melakukan percobaan kudeta di Trinidad and Tobago, mereka menduduki gedung parlemen dan tv pemerintah, serta menyekap perdana menteri A.N.R. Robinson, beberapa menteri, dan staff televisi selama 6 hari. Kudeta ini berhasil digagalkan oleh angkatan bersenjata Trinidad & Tobago secara total pada tanggal 1 Agustus 1990.
1996 : Kantor DPP PDI diambil alih secara paksa oleh massa pendukung Soerjadi. Lima orang tewas dan sekitar 150 orang luka-luka akibat kerusuhan yang melebar ke beberapa jalan lain selain Jln. Pangeran Diponegoro ini. Seperti kebanyakan insiden politik lain yang terjadi dalam masa orde baru, belum ada pemaparan kebenaran yang bisa diterima secara umum tentang kejadian ini (tunggu pembahasan lanjutnya dalam Sosial Politik 1990an dan Indonesia 1990an).
1997 : Pembantaian terjadi di Si Zerrouk Aljazair, menewaskan 50 penduduk dengan cara pembunuhan yang sadis (kebanyakan dengan pemenggalan kepala dan pembakaran rumah). Aksi ini diduga dilakukan oleh GIA, salah satu faksi gerilya di Aljazair.
KRIMINAL
1993 : Mafia meledakan beberapa gedung bersejarah di Roma, Milan, Florence, Laterano, dan Vatikan. Lima orang tewas pada hari itu, dan 5 lainnya tewas pada rangkaian pemboman di hari berikutnya, selain 93 orang lain luka-luka.
1996 : Bom meledak di Centennial Olympic Park Atlanta di tengah pelaksanaan Olimpiade Musim Panas. Bom menewaskan seorang warga Albany, Georgia, Alice Hawthorne, yang terkena paku di kepalanya. Sementara seorang kameraman Turki, Melih Uzunyol, meninggal karena serangan jantung ketika hendak bersembunyi. Seratus sebelas orang lain mengalami luka-luka akibat ledakan ini. Tersangka pemboman, Eric Robert Rudolph, baru tertangkap pada tahun 2003.
OLAHRAGA
1992 : Tim Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (C.I.S) yang terdiri dari Dimitri Lepikov, Vladimir Pyachenko, Vaniamin Taianovich, dan Evgueni Sadovyi memecahkan rekor dunia untuk 4X200 m gaya bebas putra di Olimpiade Barcelona dengan waktu 7 menit 11,95 detik.
1993 : Javier Sotomayor dari Kuba memecahkan rekor lompat tinggi putra dengan ketinggian 2,45 meter di kejuaraan dunia atletik di Salamanca. Sampai saat ini, rekor ini belum terpecahkan dan membuat Sotomayor dianggap sebagai pelompat tinggi terbaik sepanjang zaman. Era 1990an dianggap sebagai Golden Age untuk atletik putra karena banyaknya rekor dunia yang terpecahkan dan masih bertahan dari dekade ini (sementara 1980an dianggap sebagai Golden Age atletik putri).
MUSIK
Album & Single yang sedang menempati peringkat pertama di Billboard 200 Album & Billboard Hot 100 singles pada tanggal 24 Juli :

1990 : Please Hammer, Don’t Hurt ‘Em (MC Hammer) & She Ain’t Worth It (Glen Medeiros feat. Bobby Brown)

1991 : Unforgettable. With Love (Natalie Cole) & (Everything I Do) I Do It for You (Bryan Adams)

1992 : Some Gave All (Billy Ray Cyrus) & Baby Got Back (Sir Mix-a-lot)

1993 : Zooropa (U2) & (I Can’t Help) Falling in Love with You (UB40)

1994 : The Lion King (Various Artists) & I Swear (All 4 One)

1995 : Pocahontas O.S.T (Various Artists) & Waterfall (TLC)

1996 : It Was Written (Nas) & You’re Makin’ Me High (Toni Braxton)

1997 : Men in Black. The Album (Various Artists) & I’ll Be Missing You (Puff Diddy feat. Faith Evans)

1998 : Armageddon O.S.T (Various Artists) & The Boy is Mine (Brandi & Monica)

1999 : Significant Other (Limp Bizkit) & Wild Wild West (Will Smith feat. Dru Hill & Kool Moe Dee)
FILM
Film yang sedang menjadi film terlaris tanggal 25 Juli di Amerika
1990 : Ghost (Jerry Zucker/ Paramount Pictures)
1991 : Terminator 2. Judgment Day (James Cameron/ Carolco Pictures, Lightstorm Ent., Le Studio Canal+, TriStar Pictures)
1992 : Mo’ Money (Peter McDonald & Damon Wayans / Columbia Pictures)
1993 : Poetic Justice (John Singleton / Columbia Pictures)
1994 : Forrest Gump (Robert Zemeckis/ Paramount Pictures)
1995 : Apollo 13 (Ron Howard/ Imagine Ent., Universal Pictures)
1996 : Independence Day (Roland Emmerich/20th Century Fox)
1997 : Air Force One (Wolfgang Petersen / Columbia Pictures, Buena Vista International)
1998 : Saving Private Ryan (Steven Spielberg / Amblin Ent., Mutual Film Company, Paramount Pictures, DreamWorks)
1999 : The Haunting (Jan DeBont/ DreamWorks)
Kembali ke :
Atau Lihat Juga :
- MUSIK 1990an
- FILM 1990an
- HIBURAN 1990an
- SPORT 90an
- LIFESTYLE & FASHION 1990an
- SOSIAL POLITIK 1990an
- INDONESIA 1990an





No Comments » 